Banyak perusahaan mengaku memiliki kultur bekerja yang sangat baik, tetapi bagaimana cara mengukurnya? Banyak orang meninggalkan perusahaan mereka karena perubahan kultur bekerja dibandingkan saat mereka baru masuk.

Pada umumnya, jika perusahaan Anda memiliki 30, 50, hingga 100 orang karyawan, perubahan kultur dan budaya akan terjadi secara alami. Setelah jumlah karyawan sudah mencapai 100 orang, Anda harus mulai memberi perhatian pada kultur perusahaan. Tanpa manajemen dan pemeliharaan yang tepat, kultur yang dibentuk sejak awal berdirinya perusahaan mungki saja luntur dan tidak mungkin kembali seperti semula – semua ini berada di luar kendali Anda.

Meskipun demikian, berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengukur kultur budaya dengan aman dan tidak membuat karyawan terbaik Anda mengundurkan diri.

Visi perusahaan sama dengan kultur bekerja

Setelah perusahaan Anda mempekerjakan sekitar 20 orang karyawan, mulailah mengadakan diskusi bulanan untuk memperbaharui inisiatif besar perusahaan dan mengajukan pertanyaan terbuka kepada karyawan untuk mencari masukan. Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, hal ini bisa menjadi cara yang lebih formal untuk memastikan bahwa semua orang di perusahaan mengikuti visi dan misi perusahaan.

Salah satu cara lain adalah dengan mengadakan perjalanan bersama setiap tahun sehingga semua karyawan perusahaan mengetahui visi dan misi perusahaan dengan jelas.

Memperkuat nilai-nilai dasar di perusahaan

Nilai-nilai perusahaan dasar perusahaan merupakan salah satu hal yang sangat penting. Pastikan karyawan Anda mampu menghidupi nilai-nilai perusahaan yang sudah dibentuk sejak pertama berdirinya perusahaan. Nilai-nilai tersebut harus digunakan dalam mekanisme pengambilan keputusan dan juga memengaruhi cara mereka memperlakukan pelanggan atau antar sesame karyawan lain. Contoh cara memperkuat nilai inti perusahaan mungkin bisa dilakukan dengan menuliskannya di baju seragam yang harus para karyawan pakai setiap hari supaya tidak pernah lupa dengan nilai yang ada.

Ciptakan interaksi organik

Ketika perusahaan yang Anda rintis masih merupakan perusahaan kecil, mudah untuk mengetahui nama dan latar belakang semua karyawan. Namun, seiring dengan pertumbuhan jumlah departemen di perusahaan, semakin sulit pula untuk mengenal semua karyawan dengan lebih baik. Oleh karenanya, untuk membantu memfasilitasi kepercayaan dan komunikasi lintas departemen, perlu diciptakan banyak peluang dan kesempatan untuk interaksi organik antar karyawan dengan aktivitas bersama yang menyenangkan. Cobalah untuk mengelola kultur perusahaan Anda dengan lebih berfokus pada penempatan proses komunikasi visi dan nilai-nilai inti perusahaan, serta menciptakan peluang untuk interaksi organik.

 

Sumber artikel:

inc-asean.com

entrepreneur.com

Sumber gambar:

intenseink.com