Pada tahun 2014, terjadi pergeseran budaya utama di masyarakat kita ketika jumlah orang lajang lebih besar daripada jumlah orang yang menikah di A.S. Peran gender berubah seiring dengan perkembangan zaman dan wanita sekarang lulus kuliah dengan lebih cepat daripada laki-laki. Mereka memasuki tempat kerja dan menunda atau bahkan memilih untuk tidak menikah demi mengejar karir dan mengembangkan usaha serta bisnis mereka hingga sukses. (sumber: inc-asean.com)

Terlebih lagi, menurut Laporan Pengusaha Nasional BNP Paribas, bisnis yang dimiliki wanita memperoleh 13 persen lebih banyak pendapatan daripada perusahaan atau bisnis yang dimiliki oleh pria. Berikut adalah beberapa alasan mengapa di zaman sekarang ini lebih banyak ditemui pengusaha wanita sukses yang memilih melajang dan menunda atau menghindari pernikahan sama sekali.

Tidak Ada Waktu Untuk Urusan Asmara

Memulai bisnis membutuhkan banyak waktu. Ketika Anda bersemangat tentang sesuatu, maka Anda jatuh cinta dengan impian tersebut. Semua cinta dan tenaga Anda terfokus pada bisnis atau usaha dan hanya ada sedikit ruang untuk urusan asmara dalam kehidupan pribadi Anda. Ketakutan terbesar Anda adalah bahwa jika nantinya bertemu seseorang, Anda harus “menyelingkuhi” bisnis Anda dengan berbagi waktu untuk mengurus hubungan asmara dan, sebagai akibatnya, bisnis tersebut akan menderita kerugian atau penurunan popularitas.

Akan Terdistraksi Dari Bisnis

Sebagian orang melihat hubungan sebagai pengalih perhatian dari tujuan mereka. Terjebak dengan orang lain, khawatir tentang perasaan mereka atau bagaimana perasaan mereka tentang Anda dapat mengganggu alur kerja Anda. Anda mungkin tergoda untuk menghabiskan akhir pekan bersama kekasih alih-alih bekerja. Lebih buruk lagi, jika ada perpisahan, sakit hati dapat mengalihkan perhatian Anda secara emosional di mana Anda tidak dapat fokus dan berpikir jernih untuk terus mengemban misi perusahaan. Banyak yang memilih untuk menghilangkan perasaan cinta itu dari hati mereka dan lebih memilih untuk menutup hati dari hubungan asmara supaya tidak terganggu dalam bekerja membangun bisnis mereka.

Tidak Adanya Role Model Yang Patut Dicontoh

Dikutip dari inc-asean.com, ada beberapa pemimpin perempuan pada umumnya yang memang mampu sukses dengan usaha mereka sendiri tanpa kehadiran laki – laki atau bahkan mampu sukses setelah bercerai dari suami. Salah satu alasan cerainya adalah karena wanita itu melebihi suaminya baik secara emosional dan finansial seiring dirinya terus menumbuhkan bisnisnya. Tanpa adanya role model wanita positif yang menikah dan tetap berbahagia, mencari pasangan merupakan prospek yang tidak terdengar terlalu menarik untuk mereka.

Takut Akan Kehilangan Kendali

Wanita yang mandiri seperti mereka suka dan memang sudah terbiasa mengatur segala hal dalam hidupnya sendiri. Mereka memiliki kendali atas bisnisnya, keuangan serta mimpinya. Salah satu ketakutan terbesar yang dihadapi pengusaha wanita yang masih lajang adalah ketika mereka memang bertemu seseorang, mereka takut laki – laki tersebut akan mulai mengatur dan mengacaukan hidup yang telah mereka jalani selama ini. Mereka tidak mau bertanggung jawab atau mempercayakan tanggung jawab kepada siapa pun tentang keputusan bisnisnya,  terutama soal keuangan mereka. (sumber: entrepreneur.com )

 

Sumber artikel:

inc-asean.com

entrepreneur.com

Sumber gambar:

huffingtonpost.com