Layanan jejaring sosial Twitter mengeluarkan kebijakan baru bagi para penggunanya yang akan mulai berlaku pada 25 Mei mendatang. Ada enam poin yang diatur: pengguna, privasi, konten, penggunaan layanan, kewajiban, dan ketentuan umum. Berikut ini kebijakan baru media sosial berlogo burung biru tersebut bagi para penggunanya yang tinggal di luar Amerika Serikat, termasuk Indonesia.

Pengguna Twitter

Pengguna Twitter harus berusia minimal 13 tahun. Jika ingin mengakses aplikasi berbagi video bernama Periscope, maka pengguna setidaknya harus berumur 16 tahun. Aturan mengenai batas usia ini belum ditentukan ketika Twitter mengeluarkan kebijakan sebelumnya, yang berlaku terhitung 2 Oktober 2017.

Privasi

Informasi yang diberikan para pengguna, akan diawasi oleh Twitter International Company. Perusahaan ini merupakan perusahaan Irlandia yang berkantor pusat di One Cumberland Place, Dublin. Meski demikian, para pengguna Twitter sendiri lah yang bertanggungjawab terharap setiap konten yang dicuitkan. Detil dari poin ini tidak mengalami perubahan, jika dibandingkan dengan kebijakan terdahulu.

Konten

Pembuat konten bertanggungjawab terhadap konten yang diunggah. Twitter tidak bisa mengawasi dan bertanggungjawab terhadap setiap konten yang diunggah pemilik akun. Meski demikian, seperti halnya kebijakan pada Oktober tahun lalu, Twitter kali ini menyatakan akan tetap menghilangkan konten yang melanggar User Agreement. Misalnya, pelanggaran hak cipta, pelanggaran hukum, serta pelecehan.

Penggunaan layanan

Layanan Twitter senantiasa berkembang. Namun, tetap ada kemungkinan bagi Twitter untuk menghentikan fitur-fitur tertentu secara sementara maupun permanen. Jejaring sosial ini pun dapat sewaktu-waktu menghapus atau menolak pengiriman konten tertentu, membekukan akun pengguna, serta mengklaim username tanpa memberitahukannya kepada pengguna terlebih dahulu. Dengan menyetujui kebijakan yang diberlakukan Twitter, para pengguna berarti tidak menolak adanya pemasangan iklan baik dari Twitter maupun pihak ketiga yang terkait. Ketentuan ini juga sudah diumumkan saat kebijakan pada Oktober lalu diluncurkan.

Kewajiban

Seperti yang dimuat dalam kebijakan diterapkan mulai 2 Oktober 2017, kewajiban yang mengikat Twitter serta semua pihak yang terafiliasi, hanya sebatas pada ketentuan yang berlaku pada setiap negara yang bersangkutan.

Ketentuan Umum

Twitter dapat mengubah kebijakannya sewaktu-waktu. Yang perlu Anda ingat, perubahan ini tidak berlaku surut. Kebijakan yang mengikat para pengguna dan Twitter adalah kebijakan terbaru yang diterbitkan. Jika ada perubahan yang menyangkut fungsi-fungsi pada jejaring sosial ini maupun aspek hukum, Twitter akan memberikan pemberitahuan 30 hari sebelum perubahan itu efektif berlaku.

Bagaimana menurut Anda tentang kebijakan terbaru Twitter tersebut? Semoga kita dapat semakin bijak dalam kehidupan bermedia sosial ya.

 

Sumber:
twitter.com
twitter.com
wccftech.com