Mengukur produktivitas hanya dengan angka atau menetapkan standar yang sama kepada setiap anggota tim Anda tidak lagi efektif bagi organisasi atau perusahaan. Psikologi ekonomi dan perilaku menyatakan bahwa setiap orang pasti memiliki cara bereaksi yang berbeda terhadap setiap situasi yang mereka hadapi serta punya pendekatan yang berbeda pula untuk menyelesaikan sesuatu yang harus dikerjakan.

Dengan demikian, penting untuk memahami kebutuhan tiap individu untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka di kantor. Jika Anda menggunakan pendekatan yang menetapkan satu takaran untuk semua orang di tim, maka Anda telah melakukan suatu kesalahan. Akan tetapi, dengan menyesuaikan pendekatan Anda, maka akan lebih mudah untuk membuat semua orang merasa bahagia ketika mereka berhasil meraih suatu pencapaian dan prestasi di kantor.

Berikut beberapa trik psikologis yang dapat Anda terapkan di kantor untuk meningkatkan level produktivitas para karyawan Anda!

Buat Pekerjaan Tersebut Bermakna

Kompensasi berupa uang bukan lagi motivasi utama bagi sebagian besar karyawan saat ini. Kebutuhan manusia untuk bertahan hidup dan akan banyaknya harta benda telah diambil alih oleh keinginan manusia untuk membuat perbedaan di dunia. Bahkan tunjangan tempat kerja tidak lagi menjadi sepenting rasa pencapaian yang mereka dapat saat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Ini berarti Anda harus menumbuhkan minat karyawan Anda dengan jalan membuat mereka serasa memiliki misi. Motivasilah tim Anda dan buatlah  mereka tetap terus terlibat dalam urusan kantor. (sumber: entrepreneur.com)

Tawarkan Jam Istirahat Yang Lebih Panjang

Satu prinsip psikologis yang semakin diterima secara luas dalam beberapa tahun terakhir adalah pentingnya istirahat yang panjang. Studi tersebut menunjukkan rasio optimal adalah beristirahat selama 17 menit setelah setiap 52 menit kerja. (sumber: inc-asean.com)

Mengapa demikian? Para peneliti menemukan bahwa, seperti otot-otot kita, otak kita juga dapat mengalami kelelahan dari penggunaan yang berkepanjangan. Agar mereka tetap bekerja dengan efisiensi optimal, kita perlu memberi mereka waktu istirahat dan pemulihan. Anjurkan karyawan Anda untuk melakukan jalan-jalan singkat, atau pertimbangkan untuk membangun ruang khusus untuk istirahat dan meditasi di kantor jika memungkinkan.

Satu studi tahun 1999 dari Laboratorium Penelitian Ergonomi Universitas Cornell menemukan bahwa pekerja yang beristirahat seperti ini lebih dapat menghasilkan kerja yang akurat akurat sebesar 13 persen lebih sering dibandingkan rekan kerja mereka yang tidak mengambil istirahat panjang.

Tampilkan Merek Perusahaan

Menampilkan branding dan simbolisme perusahaan di seluruh tempat kerja berfungsi sebagai penguat halus untuk kesetiaan karyawan. Trik psikologis ini dapat digunakan secara terus menerus. Dilansir dari inc-asean.com, simbol adalah cara yang efektif untuk membangun rasa memiliki dan persatuan di antara karyawan Anda. Logikanya mirip dengan bagaimana sebuah negara menggunakan bendera, atau tim olahraga menggunakan logo tim.

Penelitian dari 2016 dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa hanya dengan mengadopsi simbol ternyata dapat membuat seorang individu merasa lebih terhubung dan merasa dekat dengan suatu kelompok. Hubungan yang meningkat ini sering mengarah secara otomatis ke kerjasama kelompok yang lebih efektif serta membantu kelompok yang sangat beragam untuk lebih mudah mengidentifikasi satu sama lain.

Fleksibilitas Kerja Diperlukan

Telecommuting, kerja secara remote, dan bahkan bekerja di sebuah coworking space merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan pada saat yang sama mengurangi biaya untuk menjalankan infrastruktur kantor.

Meskipun mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja dari rumah ternyata lebih produktif daripada rekan mereka yang bekerja di kantor. Berapa banyak mereka lebih produktif? Tiga belas persen! Jumlah tersebut mungkin tidak terdengar begitu banyak, tetapi itu setara dengan satu hari kerja tambahan per minggu.

 

Sumber artikel:

entrepreneur.com

inc-asean.com

Sumber gambar:

entrepreneur.com