Pergantian karyawan adalah sesuatu yang setiap bisnis pasti pernah alami. Banyak karyawan selalu datang dan pergi silih berganti. Ketika karyawan mengundurkan diri dari perusahaan Anda, ada harga yang mahal yang harus Anda bayar. Butuh waktu dan uang untuk menemukan dan melatih karyawan baru yang jadi pengganti karyawan Anda yang mengundurkan diri tersebut. Itulah mengapa sebaiknya perusahaan dan pemilik bisnis harus berusaha meminimalisir kemungkinan pergantian karyawan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk dapat mengurangi atau bahkan mungkin meniadakan sama sekali pergantian karyawan dan menjadikan mereka semua setia bekerja pada Anda.

Lakukan Survei Untuk Karyawan Yang Keluar Dari Perusahaan

Ketika karyawan mulai pergi beramai – ramai meninggalkan perusahaan Anda, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mencari tahu alasannya. Melakukan survei keluar adalah cara paling sederhana untuk melihat kesamaan faktor yang memicu semua karyawan tersebut untuk keluar dari perusahaan mereka. Gerrit Brouwer, CEO dan salah satu pendiri aplikasi onboarding Appical, mengatakan bahwa mengumpulkan umpan balik merupakan sumber informasi yang dibutuhkan pemimpin.

“Orang-orang yang benar-benar memahami sebuah perusahaan – terutama nilai-nilai, budaya dan cara berjalannya suatu bisnis – adalah orang-orang yang pernah bekerja di sana,” kata Brouwer.

Luangkan waktu untuk menggali umpan balik dari karyawan yang akan pergi. Biarkan mereka tahu bahwa Anda ingin menjadikan tempat kerja lebih baik dan menginginkan pemikiran yang mereka miliki tentang peningkatan akan tempat kerja. Kemudian, bandingkan catatan dari sesi wawancara lain untuk melihat tren apa yang perlu ditangani segera untuk menghentikan pergantian karyawan yang tinggi.

Rekrutlah Orang – Orang Yang Tepat

Menjaga karyawan untuk tetap berada dalam perusahaan Anda dapat dimulai dengan memrekrut karyawan yang tepat. Anda mungkin mempekerjakan karyawan yang memiliki keterampilan kuat yang sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Namun, seberapa cocokkah karyawan Anda dengan budaya perusahaan?

Anda harus mempekerjakan karyawan yang cocok dengan perilaku dan budaya dalam pekerjaan itu. Anda dapat menanyakan pertanyaan wawancara mengenai perilaku karyawan untuk mengetahui bagaimana mereka bereaksi terhadap situasi tertentu. Juga, selama wawancara, pastikan untuk memberikan kandidat baru Anda tur keliling untuk melihat proses bisnis Anda dan beri tahu mereka tentang budaya di tempat kerja. Dengan demikian, calon kandidat Anda diharapkan akan mengundurkan diri mereka sendiri jika mereka merasa tidak cocok dengan apa yang sudah mereka lihat dan amati dari perusahaan Anda.

Jika karyawan tidak cocok dengan lingkungan kerja Anda, maka dijamin mereka tidak akan bahagia bekerja di sana. Mereka tidak akan merasa cocok dengan rekan kerja baru mereka dan merasa kesepian. Kandidat bagus yang tidak cocok dengan perilaku dan budaya bisnis Anda tentunya tidak akan bertahan lama di sana. Mereka akan mencoba mengaplikasikan keterampilan mereka di suatu tempat yang mungkin lebih sesuai untuk diri mereka masing – masing.

Tawarkan Gaji dan Benefits Yang Kompetitif

Setiap karyawan pastilah ingin mendapatkan kompensasi yang baik. Mereka perlu mencukupi dan membayar pengeluaran standar seperti tempat tinggal dan makanan. Dan kebanyakan orang menginginkan uang yang cukup untuk ditabung sebagai tambahan juga. Jika Anda tidak membayar karyawan Anda dengan baik, mereka akan mencoba menemukan bisnis lain yang dapat memberikan hal tersebut.

Ketika menentukan kompensasi untuk karyawan Anda, ada baiknya melakukan riset pasar tentang upah. Cari tahu berapa jumlah yang dibayarkan perusahaan pesaing Anda kepada karyawan mereka. Teliti kisaran gaji yang kompetitif berdasarkan pekerjaan serupa di area sekitar Anda. Misalnya, jika Anda ingin merekrut seorang spesialis IT di San Francisco, Anda harus mempertimbangkan bisnis lain dan berapa jumlah uang yang mereka berikan kepada para spesialis IT mereka.

Perbaiki Manajemen Perusahaan

Lebih sering terjadi daripada tidak, jika karyawan pergi, masalah dengan manajemen adalah penyebabnya. Jika karyawan tidak merasa didukung atau dihargai oleh manajer mereka, tidak masalah betapa hebatnya organisasi lainnya beroperasi, mereka akan dengan senang hati berpindah tempat kerja.

“Para pemimpin perusahaan perlu mengambil tindakan segera untuk memperbaiki masalah antara manajer dan karyawan karena semakin lama mereka menunda untuk menemukan solusi, semakin banyak pergantian karyawan yang kemungkinan akan terjadi di masa mendatang,” jelas Eric Johnson, CEO platform otomatisasi proses cerdas Nintex.

Mulailah dengan mencari tahu apa yang dibutuhkan karyawan dari manajer mereka, tetapi saat ini tidak mereka mendapatkan. Kemudian, komunikasikan kebutuhan itu kepada manajemen. Jika perlu, mintalah manajer meninjau kembali proses pelatihan mereka sehingga mereka dapat diingatkan tentang keterampilan dan taktik yang akan membantu mereka menjadi lebih efektif.

Sumber artikel:

forbes.com

inc-asean.com

Sumber gambar:

nonprofitpro.com