Semua bisnis, termasuk startup, dibangun dengan tujuan memudahkan suatu proses atau menjadi jawaban atas suatu masalah. Go-Jek yang dibangun pada tahun 2010, misalnya, bermula dari motif yang sangat simpel namun memiliki fundamental yang penting: sang pendiri lebih memilih naik ojek ketimbang mobil ke dan pulang kerja. Dari sini, Nadiem Makarim berpikir, adakah cara untuk memaksimalkan persebaran ojek?

Namun terkadang, membangun sebuah bisnis tidak semenyenangkan kelihatannya. Sangat banyak detil dan faktor X yang menentukan kelangsungan bisnis tersebut. Menurut riset yang dilakukan oleh CB Insights, sebuah perusahaan database modal usaha, ada 20 alasan teratas mengapa sebuah startup harus gulung tikar. Berikut 5 alasan teratas.

Penentuan Harga Yang Salah

Delight IO adalah sebuah perusahaan yang mengizinkan pengguna memberikan feedback atas user experience dan navigasi aplikasi sebelum aplikasi tersebut diluncurkan. Namun perusahaan ini terpaksa harus gulung tikar karena ada ketidakcocokan antara harga yang dibanderol dengan kualitas aplikasi untuk harga tersebut.

Dikalahkan Pesaing

Dunia startup, tidak dapat dipungkiri, mengusung konsep “survival of the fittest” layaknya kehidupan rimba. Sangat banyak perusahaan startup yang memiliki model bisnis mirip, sebut saja e-commerce. Meski dikemas dalam warna, interface website, logo, dan promo menarik yang berbeda-beda, perusahaan ini tetap tergabung dalam satu kategori. Model bisnis yang lumayan mirip bahkan kadang menyebabkan kebingungan konsumen untuk memilih. Namun salah satu alasan gagalnya startup adalah tidak memperhatikan dan mengamati apa yang sedang dilakukan pesaing, terutama jika produk pesaing lebih mudah digunakan dan ramah dibandingkan produk Anda. Jangan menutup diri untuk room for improvement.

Tim Anda Bukanlah Dream Team

Ada satu rule of thumb bagi para pendiri startup: para pendiri startup tersebut harus dapat memproduksi produk yang mereka inginkan sendiri (meski hanya dibantu beberapa freelancers). Jika para pendiri tidak dapat menjadi MVP di dalam tim-nya sendiri, maka Anda harus mulai bertanya akan sustainability bisnis tersebut dan mengambil langkah yang harus Anda ambil.

Kehabisan Uang

Uang dan waktu adalah sumber daya yang terbatas dan wajib dialokasikan secara bijak. Pada kenyataan, 29% startup gagal karena pemakaian uang yang tidak bijaksana.  Flud, sebuah startup yang gagal, menyatakan bahwa kegagalan mereka juga disebabkan oleh ketidakberhasilan mengumpulkan pendanaan tahap selanjutnya.

Model Bisnis Anda Tidak Benar-Benar Dibutuhkan Publik

Ini adalah alasan utama 42% startup gagal. Mencoba menyelesaikan masalah menarik daripada menyuguhkan masyarakat apa yang sebenarnya mereka butuhkan menjadi alasan pertama runtuhnya perusahaan baru. Patient Communicator, sebuah platform untuk meningkatkan keterlibatan pasien, mengatakan “Apa yang diinginkan dokter adalah lebih banyak pasien, bukan tempat praktek yang lebih efisien.”

Sumber:

www.cbinsights.com