Sebagai seorang pekerja di bidang teknologi, tugas Anda bisa bermacam – macam, diantaranya: memantau jaringan, mengkonfigurasi aplikasi, dan mengelola proyek teknologi. Semua pekerjaan tersebut memiliki satu kesamaan: menghabiskan banyak waktu di depan layar komputer.

Belum lagi, untuk menangani panggilan darurat yang mungkin muncul kapan saja dan memaksa Anda bekerja di luar jam kerja yang seharusnya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah waktu yang lama di depan layar komputer dapat memengaruhi kesehatan Anda. Berikut 5 masalah kesehatan yang umum dialami para penggiat bidang digital dan teknologi dan cara mencegahnya.

Sindrom carpal tunnel (CTS)

Sindrom Carpal Tunnel merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita penggiat dunia digital. Kondisi ini muncul akibat stres fisik berulang pada pergelangan tangan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini mungkin saja semakin memburuk dengan gejala rasa terbakar atau kesemutan di tangan Anda, dan bila semakin parah, Anda mungkin tidak dapat menggerakkan pergelangan tangan Anda secara keseluruhan.

Faktanya, penyakit ini bukan hanya dialami oleh profesional IT, namun juga pada pemain game profesional. Menurut Blitz Esports, situs berita game profesional untuk game seperti League of Legends (LoL) dan Counter Strike: Global Offensive (CS: GO), ketika para pemain menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar komputer mereka, gerakan berulang pada jari dan tangan mereka saat bermain dapat menyebabkan tangan membengkak. Penelitian di Jerman yang diterbitkan dalam Deutsches Aerzteblatt Internationaln juga mendukung hal in dengan menyebutkan bahwa gerakan berulang saat penggunaan komputer (kegiatan mengetik misalnya) mungkin akan menimbulkan cedera tangan jika dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu lama.

Meskipun demikian, sebenarnya Anda dapat mencegah penyakit ini. Anda hanya perlu menghangatkan tangan Anda dengan menggunakan sarung tangan atau dengan sering mengistirahatkan tangan Anda dari waktu ke waktu.

Penyakit jantung dan stroke

Berdasarkan data tahun 2015 yang dikumpulkan oleh World Health Organization (WHO), sekitar 15 juta kematian di seluruh dunia terjadi akibat penyakit jantung dan stroke. Dan penyakit ini juga ikut menghantui para profesional di bidang IT.

Menurut NPR, studi yang dipublikasikan tahun 2010 menemukan bahwa “pria yang menghabiskan lebih dari 23 jam seminggu melakukan aktivitas pasif berisiko mengalami kematian 64 persen lebih besar dibandingkan mereka yang hanya menghabiskan waktu kurang dari 11 jam seminggu.” Para profesional di bidang teknologi yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka duduk di depan komputer sudah sepantasnya waspada akan hal ini.

Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan gerakan sederhana – seperti berjalan-jalan – setiap satu jam sekali selama 15 menit.

Kanker

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit paling menakutkan bagi banyak orang. Menurut studi yang dilakukan oleh National Cancer Institute, angka kematian akibat kanker ditemukan lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita (207,9 per 100.000 pria dan 145,4 per 100.000 wanita).

Fakta ini harus menjadi pertimbangan bagi para profesional di bidang teknologi dan digital karena kanker mungkin saja muncul pada mereka yang harus duduk lama di depan layar komputer.

Menurut businessinsider.com pencegahan kanker sebenarnya sangat sederhana. Penelitian tentang kanker menunjukkan bahwa hanya dengan melakukan 30 menit gerakan ringan setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan dan menangkal beberapa jenis kanker. Selain itu, skrining kanker dini juga dapat membantu Anda mengetahui risiko kanker pada tubuh.

Insomnia

Banyak penggiat IT seringkali tak bisa lepas dari perangkat elektronik hingga larut malam. Faktanya, menatap layar sebelum tidur dapat membatasi produksi melatonin tubuh, yaitu hormon yang membantu Anda tertidur. Dan seperti yang sudah umum diketahui, insomnia kronis dapat memicu kemunculan masalah kesehatan lain.

Berdasarkan riset internasional yang dilakukan US Census Bureau, International Data Base pada tahun 2004, dari total 238,452 juta penduduk di Indonesia ada sebanyak 28,053 juta (11,7%) orang yang  menderita insomnia.

Maka dari itu, cobalah mematikan semua perangkat elektronik menjelang malam hari supaya tidur berkualitas bisa segera didapatkan.

Nyeri punggung bagian bawah

Posisi duduk dan membungkuk di kursi kantor selama berjam-jam dalam satu waktu dapat menyebabkan sakit dan nyeri serius, terutama di bagian punggung bawah Anda. Seiring waktu, postur yang buruk dapat secara permanen merusak struktur tulang belakang, yang menyebabkan nyeri parah dan kronis.

Menurut America Chiropractic Association (ACA), nyeri punggung bawah adalah penyebab utama kecacatan di seluruh dunia berdasarkan – data Global Burden of Disease 2010.

Untuk menghindari nyeri punggung bawah, perhatikan postur duduk Anda. Menempatkan bantal di belakang untuk mendukung punggung bawah Anda juga dapat membantu memperbaiki postur Anda dan mencegah sakit punggung kronis.

 

Sumber:
rappler.com
prevention.com
safetysign.co.id
who.int
cancer.gov
health.detik.com
acatoday.org
employmentlawhandbook.com