Profil LinkedIn Anda bisa menjadi tiket untuk menuju ke pekerjaan dan kemajuan karir yang lebih baik, tapi jika Anda memiliki beberapa hal yang tak perlu ada di sana, itu hanya akan menghambat laju langkah profesional Anda saja. Dikutip dari Time, para ahli karir bahkan mengatakan ini adalah kesalahan yang paling banyak di alami para profesional pada umumnya.

Dengan pemikiran tersebut, berikut adalah tujuh hal yang harus Anda buang dari profil LinkedIn Anda untuk membawa perubahan ke tingkat berikutnya dan membuat personal branding yang benar – benar terlihat profesional dan berkelas.

Status Pengangguran Anda

Jangan gunakan tajuk utama Anda untuk menulis bahwa Anda menganggur, bahkan jika Anda menggunakan tulisan yang diperhalus seperti “mencari kesempatan berikutnya,” seperti disarankan oleh blog Things Career Related. “Ini adalah modal utama Anda untuk menciptakan personal branding dan memasukkan beberapa kata kunci.” Kemungkinan calon perekrut mencari “pengangguran” adalah nol.

Daftar Kemampuan Yang Tidak Di Endorse

Bagian keahlian Anda adalah sumber kata kunci yang mumpuni, yang bisa membuat Anda mungkin tergoda untuk mengisi penuh seluruh 50 slot yang ada di sana. Akan tetapi, hal itu akan menjadi bumerang untuk Anda, seperti dalam banyak kasus, beberapa kemampuan tersebut di antaranya tidak diatur sama sekali. (sumber: forbes.com)

Keterampilan “yang tak berguna” ini menjadikan profil LinkedIn Anda terlihat berantakan. Daftar kemampuan tersebut justru lebih banyak menimbulkan pertanyaan daripada minat dan ketertarikan. Lebih buruknya lagi, seberapa kuat kata kunci yang bisa mereka dapatkan jika pengguna lain tidak berinteraksi dengan mereka?

Gambar Profil Yang Buruk

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh TheLadders, para perekrut rata-rata menghabiskan waktu enam detik untuk melihat sebuah resume. Gambar yang aneh, tidak menarik atau mengganggu akan membuat mereka gagal fokus dengan resume Anda. Gunakan jasa fotografer profesional untuk mendapatkan gambar yang akan menarik banyak koneksi potensial,” saran Katherine Burik di blog Interview Doctor.

Rangkuman LinkedIn Dalam Sudut Pandang Orang Ketiga

Ringkasan LinkedIn adalah seperti resume dalam hal informasi yang diberikannya, tapi hal tersebut juga harus menyampaikan siapa diri Anda sebagai seorang pribadi profesional. Ringkasan dengan bahasa yang kaku, menggunakan sudut pandang orang ketiga atau suara pasif tidak akan terdengar mengesankan, seperti dilansir dari hasil wawancara Business Insider dengan mantan ahli karir LinkedIn, Nicole Williams. “LinkedIn adalah tempat yang bagus untuk mencerminkan professional branding Anda … [tapi] ingat ini adalah tempat untuk menunujukkan kepribadian Anda juga.”

Pengalaman Profesional Dari “Zaman Dahulu Kala”

Apakah Anda masih memiliki detil mengenai pengalaman magang Anda dari delapan tahun yang lalu? Atau mungkin portofolio yang benar-benar mengesankan saat Anda baru memulai karir?

Pertimbangkan untuk mulai menghapusnya dari akun LinkedIn Anda mulai hari ini.

Detil tentang sejarah profesional Anda yang sudah sangat kuno tidak akan menarik perhatian para perekrut. Cukup cantumkan paling banyak 2 pengalaman Anda di tempat kerja sebelumnya yang rentang waktunya tidak sampai 7 atau bahkan 10 tahun yang lalu.

Kebohongan Atau Detil Yang Sifatnya Hiperbola

Sangat mudah untuk memeriksa fakta dan kebenaran dari hampir semua hal tentang riwayat pekerjaan seseorang. Hindari berusaha memasukkan data yang palsu di profil LinkedIn Anda.

Ketidakaktifan Akun LinkedIn Dalam Waktu Lama

Menjaga profil Anda tetap aktif adalah salah satu sinyal terpenting yang dapat Anda kirim ke calon perekrut bahwa Anda siap direkrut mereka, kata pakar karir LinkedIn Catherine Fisher. “Profil yang kuat dan aktif bisa menjadi tiket Anda ke berbagai peluang profesional yang lebih baik,” katanya. Jika Anda tidak punya waktu untuk mengikuti blog, jangan khawatir; ada cara lain untuk menunjukkan bahwa Anda terhubung dan aktif dengan apa yang sedang terjadi di industri Anda. “Cara mudah untuk melakukannya adalah dengan memberikan like atau mengomentari status terbaru orang lain di jaringan Anda,” kata Fisher.

 

Sumber artikel:

time.com

forbes.com

Sumber gambar:

socialtalent.com