Jika Anda sedang menimbang-nimbang kota tempat memulai sebuah perusahaan atau untuk ditinggali, Anda mungkin harus sangat memperhatikan apakah Anda dan calon karyawan Anda nantinya benar-benar akan mampu hidup di sana, atau apakah mereka harus terpaksa tinggal berjejalan di dalam apartemen yang merangkap sebagai kamar tidur dengan beberapa teman sekamar dan bertahan hidup dengan makanan yang seadanya.

Untuk membantu para pengusaha dan juga banyak orang lainnya menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, The Economist Intelligencer Unit merilis data dua kali dalam setahun tentang biaya hidup di setiap kota. Data itu baru saja keluar, dan hasilnya berisi beberapa kejutan.

Berikut adalah daftar 7 kota dengan biaya hidup tertinggi beserta alasannya.

Singapura

Negara dan kota Singapura terkenal sebagai hotspot bagi pengusaha dan juga menjadi tuan rumah markas besar Asia dari banyak perusahaan teknologi besar, seperti Google. Mungkin karena itu, Singapura juga dianggap sebagai tempat terbaik untuk menjadi jutawan. Menurut satu perkiraan, satu dari tiga orang Singapura akan menjadi jutawan pada tahun 2020. (sumber: inc-asean.com)

Tapi rupanya semua jutawan akan membutuhkan kekayaan mereka karena Singapura berada di puncak daftar kota paling mahal dengan jumlah yang cukup signifikan, dan telah mempertahankan predikat tersebut selama lima tahun terakhir. Alasan terbesar untuk hal ini adalah biaya yang sangat tinggi untuk memiliki mobil. Mobil seharga $20.000 di Amerika Serikat dapat berharga $90.000 di sana.

Paris

Sebagian besar kota di Eropa yang menggunakan euro sebagai mata uang mereka turun dari peringkat 10 teratas sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi. Tetapi, Paris adalah satu pengecualian besar. Kota yang terkenal romantis ini sudah berada di peringkat 10 teratas dalam daftar kota termahal untuk dihuni selama 15 tahun terakhir. Laporan dari Economist mengatakan bahwa Paris itu “sangat mahal secara struktural untuk ditinggali” yang mungkin mengacu pada harga real estate dan utilitas kota yang tinggi. Di sisi lain, Anda bisa mendapatkan anggur yang sangat baik dengan harga yang relatif lebih murah, yaitu $11,90 menurut penelitian Economist.

Seoul

Apa yang membuat Seoul menjadi kota yang biaya hidupnya begitu tinggi? Sebagian besar adalah karena tingginya biaya barang kebutuhan pokok di sana. Anda mungkin berpikir harga semua barang sudah cukup tinggi di New York City, tapi harga tersebut masih 50 persen lebih tinggi di ibukota Korea Selatan ini.

Satu situs web lokal mengaitkan harga tinggi ini dengan kegemaran orang – orang di sana untuk mencari barang yang berkualitas lebih tinggi (yang menunjukkan bahwa mereka memiliki lebih banyak pendapatan sekali pakai), kekuatan besar mata uang Korea Selatan, yaitu won, dan tarif impor yang relatif tinggi.

Sydney

Sydney, Australia telah naik empat peringkat dan membuatnya masuk ke dalam daftar 10 kota termahal. Sebagian penyebabnya tampaknya berasal dari biaya perumahan di kota ini yang amat tinggi. Masalahnya adalah, tidak ada yang benar-benar dapat menjelaskan mengapa biaya perumahan di Sydney (dan biaya di pasar perumahan lain di sekitar Australia) begitu tinggi. Survei Demographia menunjukkan bahwa biaya rumah rata-rata di Sydney lebih besar dari 12 kali pendapatan tahunan rata-rata di sana. Hal ini menjadikannya kota nomor dua setelah Hong Kong dalam hal ketidakterjangkauan harga rumah.

Tidak hanya itu, Universitas Nasional Australia melakukan analisis pada akhir tahun lalu dan memutuskan bahwa sebenarnya ada banyak perumahan di Sydney. Beberapa konstruksi baru di kota itu, menurut penelitian tersebut, tetap tidak diduduki. Penulis hasil penelitian itu memperingatkan bahwa kota Sydney mungkin berada dalam gelembung ekonomi untuk hal perumahan.

Hong Kong

Data dari The Economist menunjukkan adanya biaya hidup yang tinggi di Hong Kong, yang merupakan salah satu dari tiga kota paling mahal di dunia untuk membeli bahan makanan.

Ada alasan lain mengapa Hong Kong begitu mahal: Survei harga perumahan dari Demographia International menemukan bahwa Hong Kong memiliki perumahan paling mahal di dunia. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa harga rumah rata-rata di Hong Kong adalah lebih dari 18 kali pendapatan tahunan rata-rata penduduknya.

Zurich

Secara umum, kota-kota Eropa Barat yang tidak menggunakan euro pastilah naik ke jajaran kota termahal untuk ditinggali, dan ibu kota Swiss yaitu Zurich berada pada urutan kedua kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia berbanding lurus dengan Paris yang juga ada di posisi kedua. (Swiss menggunakan mata uang franc Swiss)

Copenhagen

Seperti Zurich, Copenhagen juga adalah salah satu kota di Eropa Barat yang tidak menggunakan mata uang euro. Namun kroner Denmark diwajibkan oleh hukum untuk melakukan pertukaran dalam 2,25 persen euro sehingga tetap ada keterkaitan dengan mata uang tersebut.

 

Sumber artikel:

Forbes.com

inc-asean.com

Sumber gambar:

ourworldtravelselfies.com