Facebook memang telah menjadi salah satu sosial media terpopuler sepanjang masa. Hampir seluruh orang di dunia memiliki atau pernah memiliki sebuah akun Facebook. Hal inipun tentunya membuat Mark Zuckerberg, pimpinan dan penemu situs jejaring sosial satu ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Sayangnya Zuckerberg harus mengalami musibah skandal data yang mengancam keberadaan perusahaan Facebook miliknya. Facebook terancam akan ditutup jika terbukti bahwa data-data para penggunanya dicuri dan dimanfaatkan untuk tujuan yang tak bertanggungjawab. Apakah hal yang serupa juga akan benar-benar diimplementasikan oleh pemerintah Indonesia apabila Facebook mencuri data dari penggunanya di negeri ini? Berikut ulasannya!


Facebook tetap bertahan di Indonesia

Indonesia, salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, adalah rumah bagi lebih dari 260 juta orang, di mana sekitar 115 juta diantaranya adalah pengguna Facebook. Rudiantara, perwakilan dari Kementrian Komunikasi dan Informasi Teknologi, mengatakan bahwa Facebook dapat menghadapi hukuman berat jika mereka gagal mematuhi keputusan tahun 2016 tentang perlindungan informasi pribadi.

Facebook juga mengatakan bahwa informasi pribadi 1.096.666 pengguna asli Indonesia ikut digenggam oleh Cambridge Analytica (CA), dan membuat Indonesia menjadi negara ketiga yang paling terkena dampak skandal data setelah Amerika. Lebih dari 70 juta atau 81,6% informasi Facebook sebenarnya tidak layak digunakan oleh CA, dan Filipina, yang memiliki 1,175 juta pengguna yang terpengaruh. Namun, nampaknya, ancaman dari Rudiantara tersebut hanyalah sebuah bualan belaka. Ini disebabkan karena menurut ringkasan dari We Are Social tentang statistik digital dunia, Indonesia kini memiliki 88,1 juta pengguna internet aktif, naik 15% selama 12 bulan terakhir terlepas dari apakah Facebook tertimpa musibah skandal atau tidak.


Pengguna layanan teknologi telepon genggam terbanyak ketiga di dunia

Facebook sudah pasti tidak akan ditutup di Indonesia mengingat rakyat negeri ini merupakan penggemar teknologi telepon genggam dengan jumlah terbanyak ketiga di dunia. Menurut eMarketer, hampir 63 juta orang di Indonesia mengakses Facebook melalui ponsel setidaknya sekali per bulan pada tahun 2016.

Faktanya, persentase pengguna Facebook yang mengakses platform tersebut melalui ponsel lebih tinggi di Indonesia daripada di negara lain; 92,4% pengguna Facebook di Indonesia mengakses layanan jejaring sosial ini melalui ponsel setidaknya satu kali per bulan dibandingkan dengan 79,1% pengguna Facebook di AS dan 82,9% di India.

Kita tahu sekarang bahwa rakyat Indonesia sangat menggemari Facebook dan tak mungkin ingin meninggalkannya meskipun terkena masalah.


Indonesia: Salah satu pemilik demografi terbesar

Daya beli masyarakat Indonesia akan teknologi mobile sangatlah besar. Hal ini juga didukung dengan jumlah penduduknya yang tak bisa dibilang kecil.

Indonesia adalah negara keempat terpadat di dunia dengan 262 juta orang. Usia rata-rata penduduknya adalah 30 tahun, sementara 60% populasi negeri ini berusia antara 15-54 tahun. Indonesia bukan hanya besar, tetapi sebagian besar tenaga kerjanya juga berada di puncak tahun produktif mereka, yang menjadikan negara ini sebagai pasar konsumen yang besar.

Terlebih lagi, perkembangan yang pesat telah mendorong tingkat urbanisasi di Indonesia menjadi 54% pada tahun 2010, dan angka ini diperkirakan akan mencapai 67% pada tahun 2025. Berkat persaingan yang sehat di pasar telekomunikasi, GSMA Intelligence memperkirakan bahwa penetrasi pelanggan seluler telah mencapai 79% pada tahun 2016, sementara masuknya smartphone yang terjangkau telah mendorong adopsi ponsel cerdas hingga 52%.

Sumber:
expressive.co.uk
coconuts.co
emarketer.com
techinasia.com
seekingalpha.com
cnbc.com