Pernahkah Anda bermimpi untuk memiliki sebuah coffee shop? Namun, pada kenyataannya bisnis kopi ini sudah sangat menjamur di berbagai tempat dan oleh karenanya persaingan di industri ini ketat dan tidak semudah kelihatannya.

Ketika Anda melewati sebuah kedai kopi, Anda mungkin akan menjumpai kedai kopi yang penuh dengan pelanggan yang sedang menikmati kopi, espresso, latte, teh dan berbagai kue kering serta makanan lainnya. Melayani kopi dan makanan berkualitas dengan atmosfir yang trendi dan santai adalah model bisnis yang sangat sukses yang dipelopori oleh Starbucks, yang telah berkembang menjadi lebih dari 25.000 lokasi kedai kopi di seluruh dunia. Lalu apa sih yang sebenarnya menjadi rahasia sukses sebuah coffee shop? Jika Anda menyukai kopi dan mencari peluang bisnis yang sangat cerah prospeknya di bidang ini, berikut cara memulai kedai kopi dan membuatnya sukses.

Sajikan Terus Espresso Dengan Kualitas Terbaik

Dalam bisnis, sangat jarang menemukan produk yang secara konsisten menawarkan kualitas 100% sebagai keputusan komersial terbaik yang dapat Anda buat. Akan tetapi, kopi espresso adalah salah satu produk langka di mana kualitas 100% yang konsisten itu amat penting dan merupakan tuntutan. Pelanggan setia dan para pencinta kopi bahkan akan melewati sepuluh pesaing lainnya untuk mendapatkan espresso terbaik, karena pengaruh faktor ini saja itu bisa berarti Anda tidak memerlukan lokasi yang paling terlihat mewah dan mahal. Jadi belilah mesin kopi terbaik, memasangnya dengan pemurni air dan demineralizer, menggunakan penggiling berbentuk kerucut, dan hanya membeli biji kopi Arabika kualitas terbaik. (sumber: Forbes)

Persiapkan Makanan Yang Telah Siap Saji Sebanyak Mungkin

Untuk efisiensi, makanan dan camilan pendamping kopi harus dibuat sebelumnya atau dibeli dari vendor. Mempersiapkan makanan yang dibuat sesuai pesanan (seperti sandwich) akan memakan banyak waktu dan mengurangi volume penjualan secara keseluruhan, terutama pada jam – jam sibuk. (sumber: thebalance)

Tim Yang Tepat Menciptakan Atmosfir Yang Tepat

Pelanggan menginginkan barista yang memiliki pengetahuan yang mendalam soal produk – produk kopi yang dijual, dan menciptakan lingkungan yang ramah dan bernuansa pribadi yang seringkali kurang bisa didapatkan dalam bisnis kopi yang berskala besar. Staf harus diberi informasi, ramah, dan cocok dengan merek dan basis pelanggan Anda. “Kami memiliki tim yang luar biasa dengan staf yang sangat baik, tetapi mereka sulit ditemukan,” kata Phil Ross dari The Roastery. (sumber: Guardian)

Promosikan Beberapa Jenis Penjualan

Seperti dilansir dari Forbes, sebuah kedai kopi tidak akan pernah menghasilkan cukup uang untuk membayar tagihan dari penjualan produk kopi saja. Kopi mungkin menjadi motivator utama bagi pelanggan yang datang ke bisnis ini, namun bisnis ini harus memiliki sumber pemasukan lain dari penjualan beberapa produk lain jika Anda ingin membangun kedai kopi yang sukses. Sebagai target, jumlah penjualan kopi harus tidak lebih dari 40% dari penjualan mingguan Anda dan dua penjualan barang per transaksi pelanggan. Jadi, pastikan bahwa penjualan kopi yang disertai dengan penjualan muffin dan kue kering serta produk unik lainnya memiliki proporsi yang seimbang.

Mengetahui Niche Pasar Anda

Untuk bisnis kecil, seringkali akan lebih baik jika Anda mencoba untuk fokus pada penawaran niche dan melakukannya dengan sangat baik, daripada mencoba untuk menjadi bisnis yang menyediakan semua jenis produk pada pelanggan sejak awal berdiri. “Saya percaya pada pendekatan tanpa kompromi terhadap apa yang Anda lakukan – bukan hal yang mudah untuk dicapai,” kata Jorge Fernandez dari Fernandez and Wells. “Bagi saya ini selalu berarti menawarkan berbagai produk sederhana namun berkualitas terbatas.”

Realistis

Industri hospitality adalah industri yang tidak mengenal kata berhenti ketika Anda telah memasang tanda “tutup” di kedai kopi Anda sekalipun. Jika Anda ingin bisnis Anda sukses, dibutuhkan pengetahuan, semangat, dan etika kerja yang tak tergoyahkan: ini adalah bisnis 24/7, dan Anda harus realistis tentang pengorbanan yang harus Anda lakukan untuk mengembangkannya.

 

Sumber artikel:

Forbes.com

thebalance.com

theguardian.com

Sumber gambar:

whateverbessy.com