Mata uang digital yang satu ini berawal dari parodi setelah beredarnya satu meme populer berupa seekor anjing jenis Shiba Inu dengan ekspresi ikonik. Sekarang, kapitalisasi pasar koin ini bernilai lebih dari 1.1 milyar USD. Di dunia cryptocurrency yang begitu fluktuatif dan serba tidak menentu, eksistensi Dogecoin pun dianggap cukup “buas”. Apa yang menyebabkan mata uang digital yang tadinya disebut “koin lelucon” ini meningkat begitu pesat?

Dogecoin pada dasarnya adalah sebuah alternate coin yang diciptakan tahun 2013 dengan maskot Shiba Inu yang mempelopori diusungnya koin ini. Tujuan utama Dogecoin adalah “mata uang Internet” di mana pengguna dapat mengirim uang online.

Dogecoin dapat didapatkan dengan beberapa cara: membelinya di platform online atau bahkan menambangnya. Harga Dogecoin yang cukup rendah dibandingkan alternate coin lainnya seperti Ethereum dianggap menjadi daya tarik mata uang ini (sumber: CNBC.com).

Dave Chapman, pejabat tinggi sebuah perusahaan trading aset digital dan komoditas, berkata bahwa Dogecoin sangatlah menarik bagi mereka yang ingin terjun ke dalam dunia cryptocurrency namun menganggap koin seperti Ethereum dan Bitcoin sudah terlalu “mahal”. Hal ini ditunjang oleh latar belakang psikologis di mana meskipun cryptocurrency dapat dibeli dalam pecahan, manusia akan jauh lebih puas memiliki sesuatu seutuhnya.

Seorang pembeli, lebih jauh lagi tutur Chapman, akan lebih lega mengetahui bahwa mereka memiliki 2,000 unit Ripple daripada kurang dari setengah unit Bitcoin di harga yang sama.

Apa yang akan menjamin kelangsungan Dogecoin? Disini, kita membutuhkan Bitcoin sebagai pembanding. Ada aturan di mana Bitcoin hanya dapat diproduksi sebanyak 21 juta dan angka tersebut sudah semakin dekat sebelum tercapai. Apa yang akan terjadi jika sudah ada 21 juta Bitcoin? Belum ada jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dogecoin, di lain sisi, tidak memiliki angka maksimum produksi. Sejauh ini, telah beredar lebih dari 100 milyar koin ini. Hal ini membantu menjelaskan mengapa sebuah Dogecoin bernilai kurang dari 2 sen USD sedangkan satu Bitcoin dapat bernilai hingga hampir 20,000 USD.

Konsep sesuatu yang langka pasti lebih berharga ketimbang sesuatu yang mudah didapat mungkin tidak berlaku untuk dunia cryptocurrency. Tidak ada yang dapat mengira jika hanya dalam jangka satu malam, nilai mata uang digital dapat ‘terjun payung’.

Seperti kata Profesor Ethan Ilzetzki dari London School of Economics kepada BBC, “Sebuah unit mata uang digital tidak memiliki nilai intrinsik kecuali dapat digunakan dalam transaksi, dan saya tidak dapat menemukan satu pun mata uang digital yang lebih berguna dalam transaksi dibanding kartu kredit yang mengandung yen atau poundsterling.”

Sumber:

bbc.com

cnbc.com