Facebook memperbarui pengaturan privasinya untuk memudahkan Anda mengontrol apa yang Anda bagikan dengan jejaring sosial dan aplikasi yang terhubung serta alat untuk menghapus data yang telah dikumpulkannya dari Anda.

Raksasa jejaring sosial ini mengambil tindakan perubahan tersebut setelah mengetahui reaksi konsumen dan peraturan atas penyalahgunaan informasi pribadi sebanyak 50 juta pengguna Facebook dengan analisis data dan firma iklan politik Cambridge Analytica, yang mengatakan bahwa hal itu membantu presiden Donald Trump untuk sukses terpilih.

Berikut adalah tiga perubahan besar pada pengaturan privasi Facebook yang dapat Anda jumpai jika Anda memang menggunakan platform karya Mark Zuckerberg satu ini.

Mendesain Ulang Menu Pengaturan

Pertama-tama, Facebook berencana untuk meluncurkan desain ulang menu pengaturannya di perangkat seluler. Perusahaan tersebut mengatakan tata letak baru akan merampingkan pengaturan ke satu lokasi “alih-alih memiliki pengaturan yang tersebar di hampir 20 layar yang berbeda.”

Mengendalikan Data Jadi Lebih Mudah

Selanjutnya, Facebook menambahkan menu jalan pintas ke pengaturan privasi “di mana Anda dapat mengontrol data hanya dengan beberapa ketukan.” Pengguna dapat mengaktifkan tindakan keamanan tambahan seperti otentikasi dua faktor, mengelola informasi yang digunakan untuk iklan Facebook dan memilih siapa yang dapat melihat pos dan informasi di profil Facebook Anda.

Mengunduh Data Facebook Anda

Ditambah lagi, Facebook akan mengizinkan para penggunanya untuk mengelola informasi dengan aman dan juga pos yang akan dibagikan di platform tersebut, apakah itu mengunduh data untuk disimpan atau dihapus dari situs tersebut sama sekali.

Facebook menambahkan juga pengerjaan ulang untuk persyaratan layanan dan kebijakan data untuk “lebih baik menguraikan data apa yang mereka kumpulkan dan bagaimana mereka menggunakannya.”

“Pembaruan ini adalah tentang transparansi,” kata Facebook dalam pernyataannya pada Rabu lalu, “bukan tentang mendapatkan hak baru untuk mengumpulkan, menggunakan, atau berbagi data semata.”

Sumber artikel:

time.com

usatoday.com

Sumber gambar:

cbsnews2.com