EKRUT bekerja sama dengan Kolega Co-working Space mengadakan diskusi bertema, “Challenges in Fintech on Managing A Large Scale User-Base” di Kolega Co-working Space, Jakarta Selatan, pada Jumat, 27 April 2018. Dua pembicara, yaitu Chief Operations Officer (COO) EKRUT Ardo Gozal dan Head of Enginnering OVO, Kapil Sharma memaparkan tantangan serta potensi perusahaan dalam bidang teknologi finansial atau financial technology (fintech), termasuk startup, dalam mengelola pengguna berskala besar.

Industri fintech Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh. Meski demikian, pasar digital serta fintech Tanah Air masih belum matang. Oleh karena itu, para pelaku industri dengan basis pengguna berskala besar harus menemukan strategi yang sesuai untuk bisa menembus pasar.

EKRUT dan OVO mengadakan diskusi bertema “Challenges in Fintech on Managing A Large Scale User Base”

Fintech berkembang pesat

Kapil pun membagikan pengalaman pelanggan yang ditemuinya dalam bertransaksi. Pelanggan kerap kali menghabiskan waktu satu setengah menit untuk menunggu proses transaksi selesai dilakukan. Kondisi ini, menurut Kapil, bisa menciptakan pengalaman yang kurang menyenangkan bagi pelanggan.

Kapil mengungkapkan, sebagai perusahaan penyelenggara uang elektronik, OVO berupaya merangkul pengguna baru sekaligus mempertahankan para pelanggan loyalnya. Ia mengatakan, langkah tersebut penting untuk mempertahankan bisnis OVO di Indonesia, sekaligus mendukung ekspansi perusahaan. Kapil menyebut industri fintech berkembang pesat di Indonesia. Namun, perusahaan-perusahaan di bidang ini biasanya mengaplikasikan strategi serupa. Oleh karena itu, sulit menciptakan kompetisi di antara mereka.

Potensi bagi software engineers

Pesatnya pertumbuhan fintech di Indonesia juga menjadi peluang besar bagi pekerja khususnya para software engineers dalam negeri untuk meraih pekerjaan impian mereka. Hal inilah yang membuat platform talent marketplace seperti EKRUT menjadi banyak digunakan oleh para pekerja dalam mencari pekerjaan.

Perusahaan-perusahaan fintech sulit berkompetisi karena pada umumnya mereka mengaplikasikan strategi yang serupa.

“Kami senang dapat membantu menghubungkan para talenta berkualitas ini, khususnya mereka yang bekerja sebagai software engineers, dengan berbagai perusahaan teknologi besar di Indonesia dan salah satunya adalah OVO. Dengan menggunakan teknologi kurasi berbasis algoritma, kami dapat memilihkan kandidat paling relevan yang sedang dicari oleh perusahaan,” ujar Co-founder dan COO EKRUT, Ardo Gozal.