Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini, semakin banyak profesional yang memilih berkarir lepas atau freelance. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, jumlah freelancer, di Amerika Serikat saja mengalami pertambahan sekitar satu juta orang di bulan Mei 2014 hingga Mei 2015, membuat total jumlah sebesar 15,5 juta orang pekerja freelance.

Dan lagi, tidak mengherankan jika jumlah tersebut didominasi sebagian besar oleh anak muda berusia 20-an. Menurut Sara Horowitz, 38 persen freelancer adalah generasi milenial. Jumlah ini lebih tinggi daripada generasi lainnya yang pernah tercatat dalam sejarah.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa generasi milenial lebih senang berkarir sebagai freelance.

Internet mempermudah proses kerja

Teknologi memang sangat memengaruhi kehidupan manusia, baik dalam hal berkomunikasi hingga bekerja, tak terkecuali generasi milenial. Generasi milenial bisa dibilang sangat akrab dengan teknologi, apalagi teknologi yang mempermudah mereka bekerja freelance.

Nick Hanauer, pengusaha di Seattle, dan David Rolf, Presiden Serikat Karyawan Layanan Internasional, dalam sebuah artikel untuk Jurnal Demokrasi, menulis bahwa era pekerjaan dan karir yang bertahan seumur hidup dan keamanan finansial yang ditawarkannya nampaknya memang telah lewat dan digantikan oleh kiat ekonomi untuk membentuk ulang karyawan purna waktu sebagai kontraktor, vendor, dan pekerja sementara. Sedangkan, di Indonesia sendiri, berdasarkan survei yang dilakukan Sribulancer mulai dari 5 hingga 12 Januari 2014 terhadap 1.000 anggota Sribulancer, mendapatkan bahwa 5 dari 10 freelancer adalah pekerja tetap atau karyawan dan mayoritas dari mereka merupakan pekerja yang baru memulai karier (baru bekerja satu sampai dua tahun) atau berusia sekitar 18 hingga 25 tahun.

Intinya, generasi milenial lebih memilih kerja freelance karena merekalah satu-satunya generasi yang dapat memanfaatkan internet dengan maksimal, apalagi untuk merintis karir secara lepas dan membangun brand untuk diri sendiri.

Lebih tingginya kepercayaan diri

Keakraban generasi milenial dengan teknologi dan berbagai kemudahan yang ditawarkan membuat mereka dapat mempelajari berbagai model bisnis dengan cepat.

Menurut riset yang dilansir dari usatoday.com, 4 dari setiap 10 generasi milenial berniat meninggalkan pekerjaan purna waktu mereka untuk bekerja sebagai pekerja lepas dalam waktu lima tahun. Hanya 23 persen dari generasi X dan 13 persen dari generasi Baby Boomer yang memiliki tujuan serupa.

Dengan demikian, semuanya tergantung pada tingkat keahlian masing-masing orang di generasi milenial. Semakin mahir mereka menguasai teknologi untuk mengatur berbagai bisnis, semakin mudah bagi mereka dalam merintis karir freelance.

Fleksibilitas kerja freelance

Pekerjaan kantor konvensional dari jam 9 hingga jam 5 memang banyak memiliki lebih banyak kekurangan jika dibandingkan dengan kerja freelance, seperti misalnya tingginya jumlah gangguan, politik kantor yang sering menyulitkan, hingga hubungan kerja yang kurang harmonis dengan rekan sekerja lain.

Sebaliknya, berdasarkan survei yang dilakukan Deloitte pada tahun 2016, 84 persen generasi milenial melaporkan beberapa fleksibilitas dalam organisasi tempat mereka bekerja dengan 39 persen melaporkan bahwa lingkungan kerja mereka sangat fleksibel, diikuti dengan 31 persen yang mengatakan cukup fleksibel, dan 27 persen yang melaporkan cukup rendahnya tingkat fleksibilitas pekerjaan mereka.

Generasi milenial memang telah secara serius beradaptasi dengan gagasan bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras dan itulah mengapa mereka sangat mendambakan fleksibilitas pekerja freelance.

Generasi milenial tidak takut dalam berkarir

Bagi generasi yang lebih tua, kestabilan berkarir dan perusahaan adalah nilai-nilai yang amat penting. Meskipun demikian, tidak begitu dengan para generasi milenial.

Bahkan, CareerFoundry berbagi sebuah fakta menarik bahwa dalam lima tahun terakhir saja, pendapatan rata-rata untuk para freelance telah meningkat sebesar 50% dan angka ini akan terus meningkat. Ditambah lagi, sebuah studi yang dilansir dari elitedaily.com menyatakan bahwa 75 persen para pekerja lepas akan lebih mementingkan fleksibilitas kerja dibanding tingginya jumlah pendapatan yang mereka terima. Jumlah tersebut didominasi oleh generasi milenial yang masih akan terus meningkat hingga tahun 2020 mendatang.

Sepertinya milenial memang mengerti pentingnya bekerja sesuai passion dan menghargai kebebasan lebih dari apapun.

Sumber:
elitedaily.com
worldfinance.com
usatoday.com
deloitte.com
socialmediaweek.org
beritasatu.com
ozmo.nl