Menjadi seorang pemimpin bukan perkara mudah. Ada banyak persoalan yang harus dihadapi, mulai dari hubungan Anda dengan anggota tim, relasi di dalam tim itu sendiri, hingga permasalahan yang menyangkut pihak eksternal.

Namun jangan khawatir. Kami telah merangkum tips bagi Anda. Untuk menjadi pemimpin yang baik, Anda harus menjauhi lima kebiasaan berikut ini.

Memiliki dan menunjukkan sifat perfeksionis

Siapa bilang perfeksionis bisa menjadikan Anda pemimpin yang baik? Tidak ada manusia yang sempurna. Bahkan, melakukan kesalahan merupakan peluang terbesar Anda untuk memperbaiki diri dan menjadi pemimpin yang lebih baik. Jangan sampai konformitas menghalangi Anda untuk berekspresi.

Beberapa temuan baru tentang kepemimpinan menekankan pentingnya para pemimpin menghargai sumber daya manusia yang mereka miliki. Jadi, hilangkan sifat perfeksionis dan mulailah bekerja sama dengan tim dengan kekurangan dan kelebihan mereka, yang akan saling melengkapi.

Mengutamakan kelompok tertentu

Pilih kasih bukanlah karakter pemimpin yang baik. Jangan hanya mengapresiasi kinerja satu atau dua orang tertentu, sementara Anda mengabaikan yang lain karena tidak memenuhi harapan. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kepemimpinan merupakan cerminan suatu organisasi secara menyeluruh, bukan hanya satu orang.

Dengan kata lain, pada organisasi yang paling sukses sekali pun, peran pemimpin bisa dipegang lebih dari satu orang, karena setiap anggota tim bisa memimpin saat dibutuhkan. Setiap anggota tim berpotensi menjadi pemimpin hebat di masa mendatang. Jadi, kembangkanlah kemampuan seluruh anggota tim.

Menghakimi orang lain

Perbedaan cara kerja adalah hal yang lumrah dalam tim. Begitu pula dengan kesalahan. Pemimpin yang baik tidak serta merta menuding seseorang atas kegagalan yang terjadi.

Berdasarkan penelitian, pemimpin yang efektif adalah mereka yang mampu mengakomodasi dua kebutuhan dalam organisasi. Pertama, kebutuhan akan efisiensi. Kedua, kebutuhan perseorangan.

Pada akhirnya, pemimpin yang tidak cepat menyalahkan orang lain, dapat membangun kerja sama tim yang solid dan menumbuhkan kepercayaan. Pujian kepada tim dengan performa baik juga berdampak pada peningkatan kinerja.

Merasa sebagai pahlawan

Ada pepatah mengatakan, jika Anda ingin melaju cepat, berjalanlah sendiri. Namun jika Anda ingin melaju jauh, berjalanlah bersama. Demikian halnya dengan pemimpin yang baik. Seorang pemimpin tidak boleh merasa dirinya pahlawan yang serba bisa melakukan semua hal.

Mari kenali kepemimpinan transformasional, yang menjadi salah satu istilah terhangat. Dalam kepemimpinan transformasional, para pemimpin dan anggota tim saling memberikan motivasi. Jangan pernah menanggung beban kerja seorang diri. Seluruh anggota tim harus ikut berperan.

Menolak perubahan dan adaptasi

Salah satu kesalahan fatal seorang pemimpin adalah menolak perubahan dan adaptasi. Para pemimpin saat ini harus lebih fokus mempersiapkan penanganan terhadap kondisi terburuk yang bisa menghampiri tim maupun perusahaan. Selain itu, beradaptasi juga menjadi keharusan seorang pemimpin, karena dunia bisnis senantiasa berkembang.

Sumber:
time.com
forbes.com
inc.com
mastersinleadership.org
pexels.com