Mengundurkan diri dari pekerjaan tak semudah membalikkan telapak tangan. Anda perlu melakukan persiapan matang, setelah mempertimbangkan segala sesuatunya dengan matang. Sejumlah hal yang menjadi alasan pengunduran diri antara lain ketidakcocokan dengan atasan, gaji yang belum memenuhi ekspektasi, serta lingkungan kerja yang kurang kondusif. Keinginan untuk rehat pun menjadi alasan lainnya.

Apa pun alasannya, resign tidak dapat dihindari. Anda juga harus mempersiapkan diri dengan baik agar meninggalkan kesan positif bagi lingkungan kerja. Jika Anda sedang merencanakan pengunduran diri, simak tips berikut ini, agar relasi Anda dan rekan-rekan di tempat kerja saat ini tetap terjaga baik.

Tawarkan bantuan untuk mencari penggantiĀ 

Perusahaan bisa saja kerepotan untuk merekrut calon karyawan yang akan menggantikan Anda. Tawarkan bantuan untuk mencari pengganti Anda. Jangan lupa, berikan jeda waktu setidaknya dua pekan sebelum Anda benar-benar meninggalkan pekerjaan.

Setelah supervisor memberikan persetujuan lisan mengenai hari terakhir kerja Anda beserta kandidat pengganti, lakukan konfirmasi. Anda sebaiknya mengirimkan surat pengunduran diri secara formal melalui email kepada supervisor, yang ditembuskan untuk divisi HR. Dengan melakukan langkah-langkah ini, hubungan dengan perusahaan tetap terjalin positif dan Anda tidak akan dicap sebagai karyawan tak tahu diri.

Bersihkan sejarah pencarian Internetdan dokumen di komputerĀ 

Pastikan Anda telah membersihkan sejarah pencarian Internet di komputer kerja Anda sebelum resign. Selain sejarah pencarian, jangan lupa menghapus cookies dan password yang pernah tersimpan. Jika ada pesan di kotak surat email formal yang ingin disimpan, kirimkan ke alamat surat elektronik pribadi Anda, sebelum Anda menghapus pesan yang asli.

Perhatikan juga software yang pernah Anda unduh. Jika Anda pernah mengunduh software yang Anda biasa gunakan, tapi tidak relevan dengan pekerjaan, maka hapuslah. Begitu pula dengan aplikasi berbagi pesan. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir akan ada orang yang akan mengakses informasi pribadi Anda.

Ikuti exit interview

Sejumlah perusahaan meminta untuk duduk bersama sebelum Anda mengundurkan diri. Anda akan diminta untuk membagikan pengalaman Anda selama bekerja di posisi saat ini. Melalui proses exit interview ini, divisi Sumber Daya Manusia (SDM) berpotensi memberikan input bagi perusahaan untuk berkembang dan melakukan peningkatan pada hal-hal yang masih dirasa kurang.

Seorang ahli SDM sekaligus asisten pembantu profesor di Columbia University, Amerika Serikat, Caroline Ceniza-Levine menyebut, pekerja professional cenderung melakukan kesalahan terbesar dengan meninggalkan kesan negatif saat resign.

Exit interview ini menjadi kesempatan terakhir Anda untuk memberikan umpan balik kepada perusahaan. Jadi, ikutilah wawancara akhir ini dan tetap bersikap positif.

Hindari mengambil sikap yang terlalu pribadi

Mungkin Anda sedih karena harus meninggalkan rekan-rekan kerja tercinta. Namun, tetaplah bersikap profesional. Ceniza-Levine menyarankan untuk tidak memberikan ucapan terima kasih maupun pujian kepada teman-teman seperjuangan di kantor dalam surat pengunduran diri.

Sebagai pilihan, Anda dapat mengirim pesan pribadi kepada setiap individu. Selain lebih personal, ucapan perpisahan ini akan menjadi penuh makna.

Sumber:
forbes.com
themuse.com
livecareer.com
thebalancecareers.com
businessinsider.com
independent.co.uk
amazonaws.com