Media sosial memang nampaknya sudah menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam hidup hampir semua orang. Berbagai macam media sosial mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya sudah tersedia untuk memenuhi kebutuhan sosialisasi manusia supaya tidak terhalang lagi oleh jarak, waktu, dan tempat. Orang – orang lantas mulai berlomba – lomba untuk “memamerkan” semua hal yang mereka alami termasuk juga barang atau tempat yang mereka kunjungi. Tanpa di sadari, semua hal tersebut pada akhirnya membuat orang merasa frustasi dengan kehidupan mereka karena mereka selalu membandingkan apa yang diri mereka punyai dengan apa yang orang lain miliki sehingga tak pernah merasa puas. Ujungnya, jika terlalu sering membandingkan diri sendiri lewat postingan di Instagram, misalnya, seseorang dapat menjadi depresi.

Seperti dilansir dari Forbes.com, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health (RSPH) dan Young Health Movement (YHM), Instagram menempati peringkat teratas dari semua platform media sosial utama dalam hal merugikan kesehatan mental orang dewasa muda. Instagram adalah jejaring sosial foto yang tumbuh pesat milik Facebook yang digunakan oleh lebih dari 700 juta orang. Sekitar 91% anak usia 16-24 tahun menggunakan Internet untuk media sosial dibandingkan dengan 51% anak usia 55-64 tahun dan 23% dari orang berumur 65 tahun ke atas. Jadi menentukan efek penggunaan media sosial pada remaja penting sejak awal masa dewasa adalah saat yang rentan untuk perkembangan emosional seseorang.

Postingan media sosial juga bisa membuat seseorang jadi memiliki harapan yang tidak realistis dan menciptakan perasaan tidak mampu dan harga diri yang rendah. Ini mungkin menjelaskan mengapa Instagram, di mana foto pribadi menjadi pusat utama hal yang “dijual”, mendapat nilai terburuk terkait citra tubuh dan kecemasan, terutama untuk para wanita karena mereka terus menerus melihat foto wanita yang cantik sempurna dengan tubuh langsing bak model di Instagram. Salah satu responden survei juga bahkan menulis, “Instagram mudah membuat anak perempuan dan perempuan dewasa merasa seolah-olah tubuh mereka tidak cukup baik karena orang menambahkan filter dan mengedit gambar mereka agar semuanya terlihat ‘sempurna’.” (sumber: Time.com)

Sudah berapa kali kita membaca pesan di telepon kita dan menghabiskan berjam-jam dengan perasaan iri hati? Media sosial tidak akan pernah berhenti aktif: seseorang, entah di mana, sedang memposting gambar, komentar atau pesan, meminta Anda untuk bergabung dalam obrolan atau menambahkan sebuah opini. Tak heran banyak remaja menderita apa yang disebut “decision paralysis“. Pilihannya terlalu besar dan banyak untuk ditangani oleh otak manusia manapun.

Menurut Independent.co.uk, bagi banyak orang (bukan hanya remaja), tampaknya satu-satunya cara kita bisa memvalidasi diri adalah melalui apa yang tampak di layar smartphone, kebiasaan yang sama buruknya dan merusak kesehatan kita karena terlalu memanjakan diri dengan minuman keras atau narkoba. Dan sama adiktifnya. Ini adalah permasalahan yang sangatlah serius dan berbahaya.

Becky Inkster, rekan peneliti kehormatan di Universitas Cambridge, menambahkan bahwa badan medis juga dapat memanfaatkan media sosial untuk membantu mereka berkomunikasi dengan orang muda tentang masalah kesehatan mental yang terkait dengan penggunaan sosial media yang berlebihan, terutama Instagram seperti yang ia utarakan kepada CNBC.

“Bagi kaum muda, menggunakan media sosial dan teknologi digital sebagai alat untuk membantu kesehatan mental masuk akal karena berbagai alasan,” katanya.

“Sebagai profesional kesehatan, kita harus berusaha keras untuk memahami ekspresi, leksikon, dan istilah budaya remaja modern agar lebih terhubung dengan pemikiran dan perasaan mereka.”

Sumber artikel:

https://www.forbes.com/sites/amitchowdhry/2017/05/31/instagram-depression/#24c3a3057453
https://www.cnbc.com/2017/05/19/instagram-most-likely-to-cause-young-people-to-feel-depressed-and-lonely-out-of-major-social-apps-study-says.html
http://time.com/4793331/instagram-social-media-mental-health/
http://www.independent.co.uk/voices/social-media-is-making-us-depressed-lets-learn-to-turn-it-off-a6974526.html

Sumber gambar:

http://www.californiamentalhealthhelp.com/wp-content/uploads/2016/07/Social-media-use-may-cause-depression-in-young-adults.jpg