Lembaga konsultan sumber daya manusia dan pengembangan kepemimpinan, DDI World, bekerja sama dengan asosiasi keanggotaan bisnis dan riset independen global, The Conference Board, serta firma penyedia layanan professional multinasional, Ernst & Young (EY), menerbitkan hasil penelitian bertajuk Global Leadership Forecast 2018.

Penelitian ini melibatkan 25.812 pemimpin dan 2.547 profesional dalam bidang sumber daya manusia di 2.488 organisasi yang berasal dari 54 negara serta 26 sektor usaha. Lebih dari seribu eksekutif di seluruh dunia sepakat, ada dua tantangan yang diwaspadai sebagian besar pemimpin di zaman digital dan teknologi tinggi saat ini. Pertama, pengembangan bibit-bibit pemimpin masa depan. Kedua, mempertahankan sumber daya manusia di level atas.

Para pemimpin saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk tetap kompetitif di tengah kemunculan teknologi digital yang senantiasa mengubah cara bekerja. Lantas, kemampuan apa saja yang perlu dimiliki seorang pemimpin di era digital saat ini? Berikut ini ulasannya untuk Anda.

Mampu beradaptasi

Digitalisasi mulai menyebarkan dampak luas. Para pemimpin yang cerdas harus mampu mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan yang konstan. Jika tidak, mereka akan tertinggal. Sayangnya, banyak pemimpin termasuk Chief Executive Officer (CEO) yang belum memahami pentingnya meemiliki kemampuan ini.

Studi baru-baru ini terhadap 800 eksekutif bisnis papan atas menunjukkan, sebanyak 67 persen responden percaya, teknologi akan memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan tenaga kerja manusia. Oleh karena itu, para pemimpin saat ini harus menguasai dan mengimplementasikan berbagai gaya kepemimpinan, serta terbuka untuk berkolaborasi tanpa kehilangan arah atas bisnis mereka di era digital.

Mengenali dan mengembangkan talenta baru

Para pemimpin yang cerdas di era digital harus dapat melihat dan dengan cepat mengembangkan bibit-bibit pemimpin di masa depan. Talenta-talenta baru ini merupakan generasi penerus yang lebih melek teknologi, sehingga berpotensi terus mengembangkan kesuksesan perusahaan.

Berdasarkan survei, lebih dari 44 persen milenial saat ini memegang peran kepemimpinan. Namun, mayoritas dari mereka hanya mengalami sedikit perkembangan, atau bahkan tidak berkembang sama sekali, dalam pekerjaan serta jabatan. Belajarlah dari kondisi ini dan pertahankan perusahaan Anda.

Melakukan eksekusi ide baru

Pemimpin yang baik di zaman digital tidak hanya mengantisipasi perubahan, tapi juga mampu mengeksekusi ide-ide baru menjadi kenyataan. Kerja sama diperlukan untuk memudahkan realisasi ide baru.

Para pemimpin bisa mencontoh cara kerja perusahaan-perusahaan yang sangat efektif berikut ini: raksasa teknologi Google, perusahaan layanan berbagi transportasi asal Amerika Serikat, Lyft, perusahaan manufaktur multinasional WL Gore, Mastercard, serta perusahaan piranti lunak asal Australia, Atlassian.

Kelima perusahaan tersebut memandang kepemimpinan berperan penting dalam kerja sama dan pengembangan anggota timnya menjadi professional yang lebih baik.

Melibatkan wanita dalam pencarian ide dan pengambilan keputusan

Wanita bisa menjadi pengambil keputusan yang lebih baik dibanding pria. Keterlibatan wanita dalam pencarian ide dan pengambilan keputusan dapat membuat perusahaan bertahan di tengah gencarnya gempuran teknologi.

Seperti dilansir Inc-Asean.com, berdasarkan data demografi lebih dari 2.400 organisasi di seluruh dinia, perusahaan dengan lebih banyak wanita dalam peran kepemimpinan pada seluruh lini berpotensi 1,4 kali tumbuh secara berkelanjutan, menguntungkan, sekaligus siap menghadapi kemajuan teknologi digital.

Sumber:
econsultancy.com
mckinsey.com
inc-asean.com
deloitte.com
firebrandtalent.com
digitalmarketingtrends