UX telah menjadi satu kata kunci yang cukup sering didengar dalam dunia desain, didukung dan diadopsi oleh perancang dan pengembang. Dalam banyak kasus, pengembang yang sangat berpengalaman yang mengaku sedang berbicara tentang “UX” dalam demonstrasi produk sebenarnya sedang menunjukkan sejumlah besar fitur UI. (sumber: medium.com) Sedangkan, saat Anda membuat aplikasi atau website, hal yang akan dibicarakan adalah keduanya. Jika UX bukan UI, apa saja perbedaan keduanya? Berikut penjelasannya untuk Anda!

Apa Itu User Experience (UX) Design?

Seperti dikutip dari Wikipedia, User Experience Design (UXD atau UED) adalah proses untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan dengan meningkatkan kegunaan, kemudahan penggunaan, dan keasyikan yang diberikan dalam interaksi antara pelanggan dan produk.

Jelas, bukan? Nah, Anda mungkin segera mengetahui bahwa terlepas dari apa yang dimaksudkan dalam pendahuluan, definisi tersebut tidak mengacu pada teknologi, istilah digital pun sama sekali tidak disebutkan dengan gamblang. Namun, seperti halnya semua profesi, tidak mungkin menyaring proses itu dari beberapa kata saja.

Beberapa kebingungan dalam definisi dari istilah itu sendiri adalah karena istilahnya masih tergolong baru atau belum lama dicetuskan. Don Norman, seorang ilmuwan kognitif dan salah satu pendiri Nielsen Norman Group Design Consultancy, di beri kredit atas jasanya dalam menemukan istilah tersebut di akhir tahun 1990an yang menyatakan bahwa “User experience mencakup semua aspek interaksi pengguna akhir dengan perusahaan, layanannya, serta produknya.”

Ini menyiratkan bahwa terlepas dari apapun mediumnya, UX Design mencakup setiap dan semua interaksi antara calon pelanggan atau pelanggan aktif dan perusahaan. Sebagai proses ilmiah hal ini bisa diaplikasikan pada apapun baik itu lampu jalan, mobil, rak bermerk IKEA dan sebagainya.

Namun, seperti dilansir dari careerfoundry.com, meskipun ini merupakan istilah ilmiah, penggunaannya sejak awal hampir seluruhnya berada dalam bidang digital; alasannya adalah karena industri ini mulai semakin populer pada saat istilah tersebut baru tercetus. Alasan lain yang bisa diperdebatkan adalah karena ini adalah cara bagus untuk mengubah praktik yang telah ada sejak lama yang dikenal dengan “Market Research“.

Kesimpulannya

  • User Experience Design adalah proses pengembangan dan peningkatan interaksi kualitas antara pengguna dan semua aspek perusahaan.
  • User Experience Design bertanggung jawab atas proses penelitian, pengujian, pengembangan, konten, dan prototyping untuk menguji hasil kualitas.
  • User Experience Design secara teori adalah praktik non-digital (ilmu kognitif), namun digunakan dan didefinisikan, terutama, oleh industri digital.

Apa Itu User Interface (UI) Design?

UI adalah bagian kecil dari UX sampai batas tertentu. Namun, desain UI lebih berfokus pada warna dan tipografi. Ambilah contoh, misalnya, buku teks. Jika perlu ada tombol dibuat, desainer UI akan berkonsentrasi pada bagian visual. Yakni, bagaimana tombol tersebut harus terlihat dan warna apa yang akan digunakan pada tombol tersebut. Lain halnya dengan desainer UX yang mencoba untuk mencari tahu di mana meletakkan tombolnya dengan maksud untuk menemukan apa yang pengguna inginkan dan resolusi untuk hal – hal yang mengalami kendala. (sumber: medium.com)

Kesimpulannya

  • User Interface Design bertanggung jawab atas pemindahan kekuatan merek dan aset visual ke interface produk agar lebih meningkatkan pengalaman pengguna.
  • User Interface Design adalah proses visual untuk membimbing pengguna melalui interface produk dengan elemen interaktif di semua ukuran/platform.
  • User Interface Design adalah bidang digital, yang mencakup tanggung jawab untuk bekerja sama dan bekerja dengan pengembang atau kode.

 

Sumber artikel:

careerfoundry.com

medium.com

Sumber gambar:

careerfoundry.com