“Aku ingin pindah ke Meikarta!”, jika Anda rutin menonton televisi, suara gadis kecil yang menyuarakan slogan tersebut pasti akan kerap terngiang di telinga.

Meikarta mengganas. Developer properti besutan Lippo Group ini tercatat sebagai perusahaan dengan pengeluaran iklan terbesar 2017 mencapai Rp 1,2 triliun. Dengan slogan “Mendekatkan Anda ke Tempat Kerja”, tidak dapat dipungkiri bahwa ke manapun mobil anda melintas dan mata menoleh, akan terlihat baliho perusahaan ini berdiri di hampir tiap sudut kota. Lokasi sentral seperti Kelapa Gading, Puri Indah dan Sudirman tentu tak luput untuk dijadikan titik pemasangan iklan. Tidak lupa jika Anda menginjakkan kaki di mal-mal yang didirikan Lippo Group, sales Meikarta akan dengan sigap melayani ketertarikan Anda akan produknya.

Ya, tahun 2017 kemarin memang menandakan kenaikan cukup signifikan dalam belanja iklan. Sepanjang Januari hingga September, lembaga survei Nielsen menyatakan pertumbuhan positif sebesar 8% dalam pengeluaran iklan dan menghasilkan Rp 107,7 triliun (iklan televisi dan media cetak). Sektor yang menjadi pengiklan terbesar masih dipegang oleh Pemerintahan dan Organisasi Politik di angka 5,4 triliun rupiah disusul produk perawatan rambut sebesar Rp 5 triliun.  Sedangkan industri barang konsumsi cepat habis (FMCG) memetik buah manis karena mendapatkan hasil positif, begitu pula industri Telekomunikasi dan Properti.

EKRUT membantu Anda meraih pekerjaan impian
Daftar Sekarang

Menyusul Meikarta, Traveloka menduduki posisi kedua sebagai merk dengan pembelanjaan iklan terbesar Rp 871,6 miliar rupiah. Traveloka memang tidak tanggung-tanggung soal ini, karena jika dibandingkan tahun sebelumnya, pengeluaran mereka untuk iklan di 2017 melonjak sebesar 82%. Indomie adalah pengiklan terbesar ketiga dengan Rp 767,2 miliar.

Dari pengamatan Nielsen, meski melambat pertumbuhannya sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, iklan televisi masih merupakan penyumbang terbesar dari seluruh pembelanjaan iklan yaitu sebesar 80 persen. Nilai ini sendiri tercatat hanya dari iklan-iklan yang tayang dalam jeda iklan dan belum termasuk bentuk iklan lain seperti Running Text, Built-In, Squeeze Frame maupun lainnya.

Sumber:

msn.com

republika.co.id