Perjuangan Kartini membuat semua wanita di Indonesia bebas berkarya dan menampilkan karyanya.  Dan dari 69,4 juta penduduk wanita di Indonesia pada tahun 2016, ada banyak sekali wanita yang berhasil mendirikan perusahaan teknologi terbesar dan ternama di Indonesia, berikut 5 di antaranya.

Shinta Witoyo Dhanuwardoyo

Jatuh cinta, dua kata inilah yang mengawali perjalanan Shinta Witoyo Dhanuwardoyo dalam dunia teknologi digital. Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) dari PT. Bubu Kreasi Perdana ini jatuh cinta pada internet saat bekerja di laboratorium komputer Universitas Negeri Portland.

Akhirnya, di tahun 1996, ia mendirikan Bubu.com – salah satu perusahaan penginisiasi pertumbuhan bisnis internet di Indonesia.

Selain bubu.com, Shinta juga merupakan seorang pegiat angel investor, pendiri Nusantara Venture dan pemrakarsa ajang Bubu Award – penghargaan web design dan digital marketing, dan Pesta Blogger, ajang kopi darat pada narablog di Indonesia.

“Banyak pembelajaran di Bubu, karena jatuh bangun entrepreneur ya saya jalani di Bubu,” ucap Shinta.

Ia mengaku bersama Bubu.com dirinya lebih banyak mengalami jatuh. Beruntung ia memiliki keluarga yang begitu mendukung kariernya. Sang suami, Jatmiko Dhanuwardoyo, yang juga terjun di dunia wirausaha, bisa mengerti pekerjaan sang istri. Walau bergerak di bidang yang berbeda, yakni bisnis properti, sang suami selama ini jadi teman bercerita.

Cynthia Tenggara

Meskipun pada mulanya tidak gemar memasak dan mengaku tidak punya cukup pengalaman dalam dunia bisnis, namun Cynthia berhasil mendirikan startup dalam bidang catering – Berrykitchen.

Idenya muncul setelah ia – sebagai seorang pekerja kantoran – seringkali merasa kesulitan mencari tempat menjual makan siang yang terjangkau, bersih, dan bisa memilih menu sendiri. “Dan karena saya melihat potensi dunia online di Indonesia besar sekali, jadi saya gunakan media situs atau online untuk bisnis catering saya,” tutur Cynthia

Hingga kini Berrykitchen telah melayani pemesanan hingga 245 ribu kotak makanan untuk tujuh ribu pelanggan. Selain itu, Cynthia juga berhasil mendapatkan banyak sekali pembiayaan, mulai dari pembiayaan sebesar 500 juta rupiah dari angel investment (ANGIN) hingga investasi sebesar 1,25 juta dolar Amerika (sekitar 16,6 miliar rupiah) dari Sovereign’s Capital.

Dengan menggunakan dana ini, Cynthia berencana untuk mengembangkan bisnisnya hingga lima kali lebih besar.

Carline Darjanto

Carline merupakan seorang pengusaha Indonesia yang juga merupakan pendiri busana Cottonink. Motivasinya adalah untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk konsumen Indonesia.

Pada awal didirikan – tahun 2008 – Cottonink baru menjual kaus bergambar dan syal. Namun hingga sekarang, Carline sudah berhasil memproduksi hingga 8.000 pakaian per bulan untuk konsumen di Australia, Malaysia, Singapura, dan Eropa.

Pada 25 Februari 2016 lalu, forbes akhirnya memasukkan nama Carline Darjanto dalam daftar 30 under 30 Asia – daftar orang-orang sukses di berbagai bidang di Asia.

Diajeng Lestari

Nama Diajeng Lestari dikenal publik sebagai CEO dari bisnis fashion muslim bernama HijUp.com. Ajeng, sapaan akrabnya, patut berbangga. Berkat tangan dinginnya, HijUp.com kini tumbuh sebagai salah satu e-Commerce fashion muslim terbesar di Indonesia.

“Ke depannya pun banyak anak muda lain yang tertarik di sektor fashion muslim ini, Indonesia ini bisa menjadi negara contoh sebagai keberagaman. Belum lagi, punya impact juga ke keberagaman fashion-nya, contohnya batik yang berbeda-beda tiap daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ajeng mengatakan, selain memperkenalkan budaya Indonesia, bisnis fashion yang dipimpinnya juga bisa berkontribusi untuk memperbaiki citra islam yang sering dianggap sebagai agama radikal. Hal ini harus secepatnya diubah, karena banyak informasi yang timpang mengenai citra Islam di mata masyarakat dunia.

Saat ini, Hijup sudah demikian kuat dan terkenal diberbagai kalangan. Hijup  pun telah menjadi salah satu e-commerce pertama di Indonesia bahkan dunia yang bergerak dibidang fesyen muslim. Bahkan kini, Hijup sudah sukses mengirim beberapa koleksinya ke 50 negara di dunia.

Ken Ratri Iswari

Ken merupakan salah seorang co-founder dari GeekHunter – konsultan perekrutan berbasis teknologi informasi.

GeekHunter sendiri merupakan bisnis yang berfokus pada layanan perekrutan kerja di bidang IT.

Hingga kini, Ken dan teman-temannya telah berhasil menjaring lebih dari 50 perusahaan dan mengumpulan 10.000 pencari kerja di bidang IT.

Sumber:
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170412171340-277-207094/shinta-dhanuwardoyo-perempuan-di-balik-situs-bubu
https://www.hitsss.com/cynthia-tenggara-sosok-muda-di-balik-suksesnya-online-catering-berrykitchen/
https://id.wikipedia.org/wiki/Shinta_Dhanuwardoyo
https://www.liputan6.com/lifestyle/read/2448771/carline-darjanto-sosok-zero-to-hero-versi-forbes
https://id.wikipedia.org/wiki/Carline_Darjanto
https://www.liputan6.com/bisnis/read/2989335/bukan-uang-ini-yang-diimpikan-diajeng-lestari-saat-bangun-hijup
https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20180212135433-25-4123/kisah-sukses-pendiri-hijup-diajeng-lestari