Dunia masak-memasak selama ini mungkin identik dengan wanita. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata chef profesional lebih banyak didominasi oleh pria? Untuk menjadi koki di dapur profesional memang membutuhkan tenaga yang besar, mungkinkah itu yang menyebabkan lebih banyak pria di bidang pekerjaan yang satu ini? Di Inggris saja, berdasarkan Kantor Statistik Nasional, ada 21.000 koki profesional di Inggris pada tahun 2016, yang bila di total seluruhnya berjumlah sebanyak 250.000 orang. Tapi, yang tak terduga adalah hanya 18,5% dari mereka, sekitar 46.000 orang, adalah wanita.

Amat mengherankan apabila Anda mempertimbangkan upaya industri perhotelan akhir-akhir ini untuk menjadi lebih baik, baik, dan lebih ramah untuk semua pelanggannya. Ini adalah profesi modern dengan lebih banyak pengusaha yang bekerja untuk menciptakan tim dan menumbuhkan bakat, memberi orang waktu untuk memiliki hubungan di luar dapur dan menawarkan dukungan di dalamnya.

Sabrina Gidda, head chef dari restoran Italia, Bernardi’s menuturkan bahwa generasi koki penerus dan pemilik restoran selanjutnya adalah orang yang meninggalkan cita – cita mereka untuk mengejar gelar pendidikan yang lebih tinggi dan bisnis atau hal lainnya untuk melakukan apa yang mereka benar-benar cintai.

Ingin sukses dengan pekerjaan impian?
Daftar Sekarang

Miers, seorang penulis khusus makanan dan juga seorang pemilik restoran, menjelaskan bahwa dia tidak mengira menjadi laki-laki atau perempuan ada hubungannya dengan apakah Anda seorang koki yang brilian. Baik pria maupun wanita sangat kuat dalam seni memasak dan pasti tergantung juga pada individu masing – masing apakah mereka berbakat di dapur.

Namun berbeda pendapat yang diutarakan John Burton race, seorang celebrity chef, yaitu adalah fakta bahwa pria adalah koki terbaik, profesional atau tidak. Industri dapur adalah industri yang menggunakan banyak peralatan masak yang berat, tapi pria adalah koki terbaik karena lebih punya passion dan memasak dengan lebih serius. Selain itu, Independent.co.uk juga menuturkan bahwa mungkin penyebab lebih banyaknya pria di industri yang satu ini adalah karena menjadi chef mengharuskan seseorang untuk bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang selama lebih dari 10 jam sehari dan bukan merupakan pekerjaan yang cocok apabila Anda adalah orang yang ingin memiliki anak dan berkeluarga.

Akan tetapi, sepertinya masih ada harapan bahwa akan lebih banyak lagi wanita yang menjadi chef seperti yang dituturkan Nieves Barragan Mohacho, seorang executive head chef dari tiga restoran Barrafina kepada The Guardian. “Saya pikir banyak wanita ingin masuk ke dunia dapur, tapi saya pikir di sana masih ada reputasi buruk. Kita perlu membicarakannya secara lebih positif karena dulu dunia dapur profesional dianggap seperti neraka tapi sekarang tidak lagi. Sekarang dapur adalah tempat yang menyenangkan.” ujarnya.

 

Sumber artikel:

https://www.theguardian.com/lifeandstyle/wordofmouth/2016/may/05/why-are-there-so-few-women-chefs
http://www.independent.co.uk/life-style/food-and-drink/news/do-men-really-make-the-best-chefs-1938708.html

Sumber gambar:

https://www.culinaryartsswitzerland.com/media/image/0/2016_medium_16_9/culinary-arts-academy-le-bouveret-chefs.jpg