Apakah Anda termasuk orang yang gemar membaca buku? Jika ya, selamat! Anda adalah satu dari 1000 orang yang lebih memilih baca buku sebagai hobi yang serius di Indonesia. Indonesia memang negara yang terkenal akan keramahan penduduknya. Namun, amat disayangkan bahwa kondisi minat baca bangsa Indonesia termasuk masih dapat dikatakan memprihatinkan. Berdasarkan studi tentang negara – negara dengan minat baca tertinggi yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang disurvei perihal minat membaca buku.

Padahal, ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan rajin membaca buku setiap hari. Berikut adalah beberapa manfaat dari membaca buku, terutama fiksi, bagi Anda. Mari disimak dan silakan putuskan sendiri apakah Anda masih ingin melewatkan waktu tanpa membaca buku!

Membaca Karya Fiksi dan Sastra Dapat Membuat Anda Lebih Kreatif Dan Berpikiran Terbuka

Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Toronto, peserta penelitian yang membaca cerita pendek fiksi mengalami kebutuhan yang jauh lebih sedikit untuk “closure kognitif” dibandingkan dengan rekan-rekan mereka lainnya yang membaca esai nonfiksi. Pada dasarnya, mereka diuji dan keluar sebagai kelompok yang lebih berpikiran terbuka, dibandingkan dengan mereka yang membaca esai nonfiksi. “Meskipun membaca nonfiksi memungkinkan orang untuk mempelajari suatu materi pelajaran baru, namun, hal itu mungkin tidak selalu membantu mereka dalam memikirkannya,” tulis para peneliti. “Seorang dokter mungkin memiliki pengetahuan lengkap tentang subjeknya, tetapi ini mungkin tidak mencegah dokter dari kebingungan saat diagnosis, ketika gejala yang muncul mengarah ke penyakit yang berbeda sama sekali dari yang mereka telah baca dan pelajari dari karya nonfiksi.”

Orang Yang Hobi Membaca Buku Usianya Lebih Panjang Dibanding Yang Jarang Membaca Buku

Menurut para peneliti dari Yale University yang mempelajari 3,635 orang yang berusia lebih tua dari 50 tahun, mereka yang membaca buku selama 30 menit setiap hari hidup rata-rata 23 bulan lebih lama daripada orang yang jarang sekali membaca buku dan sama sekali tak pernah baca buku atau para pembaca majalah. Rupanya, praktik membaca buku menciptakan keterlibatan kognitif yang meningkatkan banyak hal, termasuk kosakata, keterampilan berpikir, dan konsentrasi. Membaca buku juga dapat memengaruhi tingkat empati seseorang, persepsi sosial, dan kecerdasan emosional, yang apabila dikombinasikan membantu orang-orang untuk tinggal di planet ini lebih lama.

Para Orang Sukses Kebanyakan Adalah Kutu Buku

Hal ini disebabkan karena orang yang berprestasi tinggi selalu tertarik pada perbaikan diri. Ratusan eksekutif yang sukses telah berbagi tentang buku-buku apa saja yang telah membantu mereka mencapai posisi mereka hari ini. Butuh ide tentang dari mana harus memulai membaca? Berbagai judul buku yang telah berulang kali masuk ke daftar bacaan para eksekutif sukses tersebut termasuk: The Hard Thing About Hard Things oleh Ben Horowitz; Shoe Dog oleh Phil Knight; Good to Great oleh Jim Collins; dan Losing My Virginity oleh Richard Branson.

Meningkatkan Ingatan

Ketika Anda membaca buku, Anda harus mengingat berbagai macam karakter, latar belakang, ambisi, sejarah, dan nuansa mereka, serta berbagai sub-plot yang menenun jalan mereka melalui setiap cerita. Itu cukup sulit untuk diingat, tetapi otak adalah hal yang luar biasa dan dapat mengingat hal-hal ini dengan relatif mudah. Tambah lagi, setiap memori baru yang Anda buat membentuk sinapsis baru (jalur otak) dan memperkuat yang sudah ada, yang membantu dalam ingatan memori jangka pendek dan menstabilkan suasana hati serta melawan Alzheimer. Keren, kan?

Kemampuan Menulis Akan Menjadi Lebih Baik

Manfaat ini biasanya terjadi sejalan dengan perluasan kosakata Anda: paparan terhadap karya yang diterbitkan dan ditulis dengan baik oleh berbagai pengarang handal memiliki efek yang akan tampak pada tulisan Anda sendiri, karena mengamati irama, keluwesan, dan gaya penulisan penulis lain akan selalu mempengaruhi karya Anda sendiri. Dengan cara yang sama seperti musisi mempengaruhi satu sama lain, dan pelukis menggunakan teknik yang ditetapkan oleh para pelukis sebelumnya, begitu juga para penulis belajar cara membuat prosa dengan membaca karya orang lain.

Sumber artikel:

inc.com

kompas.com

lifehack.org

Sumber gambar:

kdnovelties.com