Orang pertama yang membuat sketsa logo Starbucks adalah seorang desainer grafis bernama Terry Heckler. Ini terjadi pada awal 1970-an, saat kopi mulai di kemas dalam kaleng berlabel Folger’s atau Hills Brothers. Namun, mengapa puteri duyung?

Pria yang mengemukakan gagasan tentang kopi yang lebih baik, yang lebih kita kenal dengan sebutan “artisan” hari ini, adalah jurnalis asal Seattle yang bernama Gordon Bowker. Bowker dan Heckler berpikir bahwa merek kopi baru itu harus mewujudkan keunikannya rasa petualangan, khususnya yang mewakili sejarah pelayaran yang mencerminkan posisi Seattle di sudut barat laut Amerika Serikat.

Tidak butuh waktu lama untuk menemukan inspirasinya dari salah satu novel epik Amerika karya Herman Melville tentang dedikasi tinggi ke tujuan yang tampaknya tidak mungkin, pencarian Captain Ahab akan paus putih besar yang bernama Moby Dick. Narator cerita tersebut menyebut dirinya sebagai Ishmael, kapalnya bernama Pequod, dan teman seperjalanan yang pertama bergabung adalah Mister Starbuck. Akan tetapi, seperti yang kita ketahui, kita tidak minum kopi Moby, Pequod, Ishmael atau Ahab, kita minum Starbucks.

Ditambah lagi, mungkin karena Heckler dan Bowker juga mahasiswa yang mempelajari nama produk di kampus mereka dan menurut mereka konsonan yang bersuara “p” dan bersuara “s” menciptakan nama produk yang paling mudah diingat banyak orang.

Jadi sekarang para pendiri Starbucks awal memiliki sebuah nama dan sebuah tema. Mereka punya produk untuk dijual juga. Bowker biasa bepergian ke British Columbia untuk membeli biji kopi panggang dari vendor kopi di Vancouver, tapi mereka tahu mereka harus memiliki mesin pemanggang jika mereka ingin mendirikan usaha komersial di Seattle; maka mereka mencari dan peralatan baru yang dibutuhkan (yang akan disebut sebagai pemanggang mikro) di Pulau Vashon.

Heckler mulai melihat-lihat buku-buku tua untuk mendapatkan gambaran mengenai ilustrasi sirene, sprite, dan, putri duyung. Versi paling awal logo Starbucks berwarna cokelat dan tampak galak serta ekornya bercabang. Pada tahun 1992 tampilan itu melunak menjadi hijau terang, dan ekornya menjadi berada seolah “membungkus” sang putri duyung.

Dan kemudian, pada tahun 2011, perusahaan kopi ternama tersebut benar-benar menghapus kata-kata “Starbucks Coffee” dari logonya. Putri duyung menjadi tuan putri elegan dengan mahkota bertengger di atas kepalanya.

“Interpretasi baru dari logo tersebut, pada intinya, adalah esensi yang sama dari pengalaman Starbucks. Apa yang saya pikir telah kami lakukan adalah bahwa kami telah membiarkan sang logo keluar dari lingkaran dengan cara yang saya pikir memberi kami kebebasan dan fleksibilitas untuk berpikir di luar kopi,” ujar Howard Schultz, CEO Starbucks.

Sejak perombakan desain logo terakhirnya di tahun 2011, Putri duyung tersebut juga telah “menjelajah” ke luar cangkir kopi ke kartu hadiah di Starbucks Card edisi khusus.

Dibuat oleh Dana Deininger, Senior Designer di Starbucks, ilustrasi aslinya menggambarkan putri duyung hasil goresan sketsa pensil. Di satu sisi, dia mencengkeram dahan pohon kopi dan di sisi lain, secangkir kopi melayang di atas tangannya. Meskipun mungkin logo Starbucks masih akan terus mengalami perubahan dalam beberapa tahun ke depan, namun logo tersebut akan tetap konsisten dalam menyampaikan kisah dan misi Starbucks sejak awal di dirikan puluhan tahun silam.

 

Sumber artikel:

forbes.com

huffingtonpost.com

Sumber gambar:

pinimg.com