Tim Cook memiliki peran yang besar untuk diisi saat dia memegang kendali sebagai Chief Executive di Apple Inc. yang diwarisinya dari Steve Jobs lima tahun lalu. Peran itu membuatnya mendapat sorotan publik dan media yang ketat, dengan penekanan khusus pada cara beliau memimpin hingga dirinya dibandingkan dengan Jobs dalam menangani produk iPhone yang tetap merupakan produk terlaris keluaran Apple. Namun demikian, sepertinya Apple harus berbangga diri karena semenjak di bawah kepemimpinan Tim Cook, perusahaan tersebut selalu berada di atas.

Berikut beberapa alasan lain mengapa Tim Cook adalah CEO Apple yang lebih baik daripada Steve Jobs.

Keajaiban Cook

Seperti dilansir dari Forbes, Tim Cook bergabung dengan Apple pada tahun 1998, berhenti bekerja di pembuat PC terkemuka, Compaq, setelah bertemu dan berbicara langsung dengan Steve Jobs. Tempat pelatihan nyata Cook ada di IBM di mana rantai pasokan asli berada. Pelajaran penting yang terkandung di sini adalah pemasaran terpadu, desain produk dan manufaktur mampu membuat bisnis menjadi lebih baik. Dengan mendalangi kampanye pemasaran besar, prestasi teknik yang besar dan hemat biaya, Apple dapat menawarkan kepada konsumen “solusi sederhana untuk masalah yang kompleks”.

Mengembalikan Uang Modal Kepada Para Pemegang Saham

Steve Jobs bukan penggemar berat program pengembalian modal. Namun sejak awal 2012, di bawah kepemimpinan Cook, Apple telah membeli kembali saham senilai kira-kira US $127 miliar, menurut pengarsipan sekuritas, dan mengeluarkan dividen sebesar USD $44,8 miliar.

Pada bulan April tahun ini, dewan direksi Apple meningkatkan otorisasi buyback menjadi US $175 miliar dari US $140 miliar, sehingga meningkatkan total ukuran program menjadi US $250 miliar. Dewan tersebut juga menaikkan dividen Apple sebesar 10% menjadi 57 sen per saham. (sumber: marketwatch.com)

Mengenalkan Kembali Produk Stylus

Masih menurut marketwatch.com, Cook mengembalikan stylus pada tahun 2015 dengan iPad Pro kelas enterprise dan Apple Pencil. Jobs pernah menyebut pensil digital tersebut sebagai produk gagal. Tapi, stylus sebenarnya terbukti membantu pada produk iPad Pro, yang telah menemukan tempat di hati kalangan profesional, terutama yang memiliki peran kreatif, seperti desainer, ilustrator dan arsitek.

Membangun dan Memperbesar Layanan Musik Apple

AppleCare hanyalah salah satu dari sekian banyak layanan yang ada di Apple. Pada dua pendapatan di kuartal terakhir perusahaan tersebut dengan para analis, Cook telah memuji pertumbuhan layanan seperti Apple Music dan AppleCare. Awal tahun ini, pendapatan dari kedua layanan tersebut mampu melampaui pendapatan Mac untuk pertama kalinya, menjadi, dengan penjualan sekitar US $6 miliar, sumber pendapatan Apple berada pada peringkat nomor 2, hanya di belakang iPhone.

Cook Membuat Apple Berkontribusi Pada Isu Sosial

Apple, seperti banyak perusahaan lainnya di Silicon Valley, yang menanggapi tekanan sosial — telah memberi penekanan lebih besar untuk lebih mementingkan perekrutan wanita dan kaum minoritas. Dalam laporan terbaru, perusahaan tersebut mengatakan bahwa perempuan telah menjadi 37% karyawan baru dalam 12 bulan terakhir, yang sekarang mewakili 32% dari total keseluruhan jumlah tenaga kerja. Kaum minoritas menyumbang sejumlah 27% karyawan baru, meski mereka masih hanya merupaka 22% dari keseluruhan tenaga kerja di Apple.

Menaikkan Secara Signifikan Nilai Saham Apple 

Selama sepuluh tahun sebelum Cook bergabung dengan Apple, saham mereka nilainya menurun dari US $1,54 per saham pada bulan Maret 1988 hingga menjadi US $0,98 pada bulan Maret 1998. Dalam sepuluh tahun terakhir setelah Cook bergabung dengan Apple saham naik menjadi US $20. Dan lagi, sejak Cook mengambil alih posisi Steve Jobs sebagai CEO pada bulan Oktober tahun 2011 lalu, harga saham Apple telah meningkat dari US $55 menjadi US $125. (sumber: Forbes.com)

 

Sumber artikel:

Forbes.com

Marketwatch.com

Sumber gambar:

techcentral.co.za