Menjadi seseorang dengan kepribadian introvert mungkin saja menjadi penyebab dibalik minimnya energi yang Anda punya. Menurut sebuah studi baru-baru ini, orang introvert lebih cenderung menderita tidur malam yang buruk daripada orang ekstrovert.

Para peneliti meminta orang dewasa untuk menyelesaikan tes kepribadian sebelum menjawab pertanyaan survei tentang kebiasaan tidur mereka. Mereka menemukan bahwa ekstrovert 17,7% lebih puas dengan tingkat energinya di siang hari daripada introvert.

Best Mattress Brand meminta lebih dari 1.000 orang Amerika untuk mengkategorikan kepribadian mereka dengan menggunakan tes Myers-Briggs, sebuah tes psikologis yang mengelompokkan orang ke dalam dua kategori: introvert atau ekstrovert.

Tes tersebut menentukan apakah orang tersebut seorang introvert atau ekstrovert dengan bertanya apakah mereka lebih fokus pada dunia batiniah atau dunia luar.

Bagaimana seseorang menafsirkan informasi – kata demi kata atau apakah mereka lebih suka menambahkan makna dan interpretasinya sendiri, dapat mengungkapkan apakah seseorang itu introvert atau ekstrovert.

Studi tersebut kemudian meminta peserta untuk menjawab serangkaian pertanyaan tentang bagaimana mereka tidur di malam hari dan mengelompokkan jawaban mereka tergantung pada apakah mereka jatuh ke dalam kelompok introvert atau ekstrovert.

Menariknya, mengenai urusan bepergian, orang ekstrovert bermimpi 13,9 persen lebih banyak daripada orang introvert.

Terlebih lagi, hasil menunjukkan bahwa orang introvert memiliki mimpi buruk lebih sering daripada rekan mereka yang ekstrovert dan lebih cenderung tertidur di siang hari. Menurut data juga, orang ekstrovert memiliki mimpi buruk 8,3% lebih jarang daripada orang introvert.

Dengan banyaknya introvert yang berjuang untuk tidur nyenyak di malam hari, tampaknya mereka merasa juga sulit untuk tetap membuka mata mereka di siang hari. Introvert tampaknya 7,7% lebih mungkin tertidur saat mencoba untuk tetap terjaga dari pada ekstrovert, yang bukan pertanda baik apabila mereka diharuskan untuk meeting pada pagi hari di kantor.

Namun demikian, penelitian ini tidak menyelidiki mengapa pola ini mungkin muncul, namun hanya melihat statistik kunci untuk setiap kelompok kepribadian. Akan tetapi, terlepas dari apakah Anda seorang introvert, ekstrovert, atau ambivert, tidur yang buruk tidak harus menjadi bagian yang tetap dan terus mempengaruhi hidup Anda.

Sumber artikel:

http://www.huffingtonpost.co.uk/entry/how-being-an-introvert-could-affect-your-sleep_uk_59edc56ae4b0958c4683145c
http://www.dailymail.co.uk/femail/article-4997820/Study-finds-PERSONALITY-impact-sleep.html

Sumber gambar:

https://introvertspring.com/wp-content/uploads/2017/12/StockSnap_NI5BLWYFUG.jpg