Romansa di tempat kerja memang kadang tak terhindarkan. Sesuatu yang awalnya bermula dari sekedar berpapasan, bertatapan dan bertukar senyum lambat laun berganti menjadi hal lain. Pacaran dengan teman sekantor sejujurnya adalah hal yang sah-sah saja  dilakukan, namun ada beberapa hal yang bisa saja menjadi outcome dari hubungan ini: hubungan menjadi pahit dan reputasi serta karir Anda merosot; hubungan berakhir namun Anda berdua cukup dewasa menyikapinya; atau semuanya baik-baik saja bagi Anda berdua.

Dari dua pasangan yang memang terlibat romansa kantor berdasarkan pengalaman penulis sendiri, semuanya berakhir positif. Namun memang, tips pertama dari hubungan percintaan satu kantor adalah jangan terlalu mengekspos dan mempertontonkan hubungan Anda. Pasangan pertama bahkan harus selalu menonton bioskop di kursi premier guna menghindari dijadikannya mereka sebagai bahan gosip karyawan lainnya. Gaya pasangan kedua tidak se-secretive pasangan pertama, tetapi mereka bersikap layaknya sahabat baik yang tidak terlalu mengumbar kemesraan di depan teman-teman lainnya.

Silence Is Gold

Tidak perlu gembar-gembor mengenai kehidupan percintaan Anda, karena biasanya orang lain tidak peduli akan apa yang terjadi dan hanya sekedar ingin tahu. Jika kemesraan terlalu diumbar, hal ini dapat mengiritasi penghuni kantor lainnya. Bijaklah dengan apa yang pertontonkan. Hal ini bukan berarti Anda tidak diperkenankan mengobrol dengan pasangan, tetapi lebih kepada cara Anda berinteraksi satu sama lain ketika berada di lingkungan kerja.

Kedewasaan Mental Diperlukan

Sebagai pasangan, terkadang ada waktu di mana argumen dan pertengkaran terjadi. Jika Anda menjalin hubungan dengan teman sekantor, Anda wajib memastikan bahwa pertengkaran yang terjadi tidak akan mempengaruhi kehidupan profesional, terlepas dari apakah pasangan Anda berada dalam satu divisi yang sama. Jangan sampai pertengkaran  menganggu kinerja Anda, karena pekerjaan tidak akan selesai dengan sendirinya dan selalu menanti untuk dikerjakan. Anda dituntut dewasa dan dapat mengesampingkan perasaan sejenak dan tetap fokus terhadap apa yang menjadi tanggung jawab Anda.

Pantang Jadikan Orang Lain Tong Sampah Anda

Anda boleh saja merasa kesal dan tidak mood. Sebagai manusia, memang tidak mungkin merasa bahagia setiap saat. Tapi satu hal yang harus Anda hindari adalah jangan limpahkan kekesalan Anda pada pihak lain yang tidak mengetahui apa-apa. Pernahkah Anda merasa marah, kecewa, dan kesal lalu tanpa sadar memproyeksikan emosi negatif tersebut ke pihak yang tidak bersalah? Merespon dengan ketus dan berteriak di hadapan orang tersebut adalah dua dari berbagai sikap negatif yang sering orang lakukan.

Ketahui Aturan Perusahaan Anda

Tidak semua perusahaan menentang hubungan sekantor, namun tidak semua perusahaan mendukungnya. Untuk mengetahui hal ini, Anda harus pintar membaca preferensi sang pemilik perusahaan dan budaya yang berlaku. Jalan lain adalah membaca aturan perusahaan yang memang tercantum dalam company handbook. Jika perusahaan tersebut mendukung hubungan romantis, maka Anda dapat bernafas lega. Namun jika tidak, mungkin itu harus jadi pertimbangan Anda.

Pesan Singkat dan E-mail Mesra? Hmm….

Manusia adalah mahluk sosial yang kerap kali mengekspresikan perasaan mereka. Hal ini tentu paling mudah dilakukan melalui bertukar pesan singkat maupun e-mail. Hati-hati terhadap apa yang Anda kirimkan, karena pesan singkat maupun e-mail bisa saja dijadikan bukti hukum yang sah dalam kasus pemecatan maupun pelecehan seksual.