Istilah financial technology atau disingkat fintech tentunya sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Banyak model bisnis mulai muncul dengan mengedepankan fintech. Itulah mengapa saat ini ada banyak perusahaan startup yang mulai merambah ke berbagai bidang. Sebut saja bidang traveling hingga transportasi semuanya telah mengimplementasikan fintech. Di Indonesia sendiri fintech sudah mulai berkembang pesat, berikut ulasannya.

Fintech ternyata sudah ada sejak lama

Fintech pada dasarnya adalah sebuah konsep teknologi dimana Anda dapat membayar barang atau jasa yang dibutuhkan dengan hanya satu sentuhan jari melalui perangkat ponsel pintar. Nah, di Indonesia sendiri, teknologi ini sebenarnya sudah lama ada. Namun, baru pada tahun 2000an gaungnya mulai lebih terasa dengan diikuti kemunculan berbagai jenis startup seperti Traveloka, GoJek, MyRepublic, dan yang lainnya.

Industri fintech merupakan industry yang memanfaatkan teknologi baru untuk memberikan pelayanan keuangan baru dan lebih baik bagi konsumen dan bisnis. Ini termasuk perusahaan yang beroperasi dengan menggunakan manajemen keuangan pribadi, asuransi, pembayaran, hingga manajemen aset.

Terhitung dari tahun 2017 lalu, ada lebih dari 150 perusahaan startup fintech yang telah tumbuh di Indonesia. Jumlah ini merupakan kenaikan sebesar 78 persen jika dibandingkan dengan statistik pada tahun 2015. Google dan AT Kearney juga mengidentifikasi fintech sebagai salah satu kategori paling menarik bagi investor dalam ekosistem startup di Indonesia.

E-commerce vs. fintech

Beberapa investor percaya fintech tidak mendapat cukup perhatian dibandingkan e-commerce. Meskipun demikian, ledakan jumlah e-commerce yang besar di Indonesia mulai menjadi tambang emas bagi kemunculan startup yang menawarkan layanan pembayaran.

Menurut statistik dari Tech in Asia, jumlah investasi fintech di Asia Tenggara telah mengalahkan e-commerce sejak tahun 2016, meskipun jumlah investasi e-commerce masih yang paling tinggi dengan jumlah US $ 421 juta. Investasi ke startup fintech Indonesia akan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2017, dan tren ini diperkirakan akan masih akan terus berlanjut di tahun 2018.

Jumlah transaksi yang tinggi di Indonesia

Dengan persentase rata-rata kerjasama antara sesama perusahaan fintech untuk membuat inovasi dan riset yang mencapai angka sebesar 45 persen, nilai investasi fintech di Indonesia termasuk cukup fantastis.

Seperti dilansir dari Kontan.co.id, Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, mengatakan bahwa berdasarkan data statistik, total transaksi fintech di Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan mencapai angka US$15,02 miliar (Rp202,77 triliun). Jumlah tersebut berhasil tumbuh sebesar 24,6% jika dibandingkan dengan tahun 2015. Dan lagi, pada tahun 2017, total nilai transaksi di pasar Fintech diproyeksikan mencapai US$18,65 miliar (Rp251,775 triliun).

Inilah alasannya mengapa fintech menjadi salah satu industri yang semakin menggiurkan untuk dijadikan ladang bisnis baru.

Merambah pada bidang peminjaman dana

Fintech juga akan mengembangkan sayapnya ke sektor dengan potensi pertumbuhan yang juga sama besarnya, yaitu sektor peminjaman dana.

Faktanya, 17 persen startup fintech adalah platform peminjaman dana, dan perusahaan seperti Modalku dan Investree adalah dua perusahaan yang termasuk pelaku utama di sektor ini. Perluasan sektor peminjaman dana akan membantu mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Eddi Danusaputro, CEO MCI, mengatakan bahwa akses pembiayaan yang buruk dapat dianggap sebagai alasan utama rendahnya produktivitas UMKM Indonesia.

Perubahan aturan pemerintah

Pada tahun 2016, 49 persen pemain fintech merasa bahwa proses pembuatan undang-undang di Indonesia masih terlalu lambat, dan 61 persen pebisnis merasa aturan yang ada sekarang masih belum cukup jelas.

Akhirnya pada tahun 2017, pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk menyediakan aturan yang lebih baik dan kejelasan untuk startup fintech, dan hal ini terus berlanjut hingga tahun 2018 dan memberi kepercayaan kepada pendiri dan investor startup fintech Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga akhirnya meluncurkan sistem pendaftaran untuk startup fintech – menandai pengakuan formal pemerintah terhadap sektor. Pada Juni 2017, delapan startup telah terdaftar dan sejumlah besar lainnya yang sedang diproses.

Mendukung hal ini, OJK juga meresmikan Forum Penasihat FinTech pada Juni 2017, platform yang dirancang untuk mengatur arah perkembangan industri fintech. Bank Indonesia bahkan berencana mengikuti jejak Singapura dan membuat sandbox peraturan untuk startup fintech di Indonesia.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa perekonomian Indonesia telah mengukir jalur yang jelas untuk memanfaatkan fintech dalam hal inklusi keuangan dan keaksaraan. Investor dan startup dapat menantikan bertambah kuatnya ekosistem fintech. Dengan aturan yang lebih jelas, keamanan data yang lebih baik dan lebih banyak perlindungan konsumen, fintech di Indonesia sekarang menjadi prioritas nasional untuk meningkatkan kehidupan masyarakat negeri ini.

Sumber:
huffingtonpost.com
techinasia.com
finansialku.com
thejakartapost.com
finance-monthly.com
reuters.com
incarabia.com