Tahukah Anda, golongan darah bisa membantu menemukan pekerjaan yang ideal? Orang Jepang sudah familiar dengan hal ini. Masyarakat di negara bunga sakura itu percaya, golongan darah memiliki pengaruh yang besar terhadap pekerjaan serta kehidupan asmara mereka.

Profesor dari Sekolah Keguruan Perempuan Tokyo, Takeji Furukawa menilai golongan darah memiliki kaitan dengan kepribadian seseorang. Ia telah melakukan penelitian  dan teorinya tersebar di seantero Jepang, bahkan ke negara-negara lain. Memang, negara-negara Barat tidak memandang golongan darah sebagai suatu hal yang besar. Namun, bagi Jepang, Korea Selatan dan beberapa negara Asia, golongan darah bukan perkara sepele. Berikut ini karakteristik orang-orang dengan golongan darah A, B, AB, serta O.

Golongan darah A

Mereka yang bergolongan darah A dipercaya sebagai sosok yang serius dan tepat waktu. Orang bergolongan darah A senang melakukan suatu proses untuk mendapatkan hasil maksimal. Di balik sikap serius ini, mereka cenderung sulit menerima perubahan di sekitarnya. Akuntan serta editor adalah beberapa profesi yang dianggap cocok dengan golongan darah A.

Golongan darah B

Sementara itu, orang-orang dengan golongan darah B senang berkreasi dan tidak menyukai aturan yang sifatnya mengikat. Mereka kadang mengalami kesulitan jika diminta untuk fokus dalam melakukan sesuatu. Di satu sisi, mereka kurang memiliki kepekaan terhadap kondisi di sekeliling. Namun, sikap jujur dan apa adanya menjadi nilai lebih mereka. Kepribadian golongan darah B tipikal dengan orang yang bekerja di dunia seni serta jurnalistik.

Golongan darah AB

Kepribadian orang bergolongan darah AB unik sekaligus sulit ditebak. Mereka senang melakukan analisa terhadap suatu hal, tapi menghindari topik yang berbelit-belit. Karena cenderung berpikir kritis dan rasional, profesi yang cocok untuk mereka anatara lain guru, penulis, dan pengacara.

Golongan darah O

Orang yang sangat gigih berkompetisi dan ambisius, kemungkinan besar memiliki golongan darah O. Demi mencapai suatu tujuan, mereka rela melakukan upaya apa pun. Namun, orang-orang bergolongan darah ini kerap menunda pekerjaan dan tidak tepat waktu. Dengan kepribadian semacam ini, pekerjaan yang sesuai dengan mereka adalah politikus dan pengusaha.

Lalu, setelah mengetahui adanya hubungan antara golongan darah dan karakter seseorang, apakah tes kepribadian masih diperlukan dalam perekrutan karyawan? Tes psikologi bukanlah hal yang baru. Tes ini telah dikenal sejak Perang Dunia Pertama. Meski demikian, hasil tes kepribadian tidak menjamin seorang kandidat karyawan akan meraih sukses dalam pekerjaan di masa mendatang.

Tes tersebut tidak selalu akurat. Di satu sisi, tes kepribadian bisa berguna bagi perusahaan untuk menggali kepribadian seseorang, termasuk kelebihan dan kelemahannya. Namun lagi-lagi, hal ini bukan merupakan jaminan ia akan berhasil dalam melakukan tugas yang diberikan dalam pekerjaan. Di sisi lain, kandidat karyawan bisa saja memberikan jawaban bohong, semata-mata untuk membuat perusahaan terkesan.

Perusahaan terlebih dahulu harus memahami, hasil tes tidak selalu akurat dalam mencerminkan kinerja karyawan di masa depan. Selain tes, perusahaan juga disarankan untuk melakukan proses wawancara dengan kandidat. Dalam proses ini, perusahaan akan memberikan pertanyaan yang sama kepada setiap kandidat. Dengan demikian, perusahaan bisa memberikan penilaian dan perbandingan antarpelamar dengan mudah.

Sumber:
idntimes.com
bbc.com
bodyecology.com
entrepreneur.com
psychologia.co
fastcompany.com
timg.com
static.elle