Di era digital, hampir seluruh aspek kehidupan kita mengalami perubahan, termasuk proses mencari karyawan. Jika dahulu, kita harus melamar kerja secara manual dengan mengirim lamaran via surat, sekarang kita tak perlu lagi melangkahkan kaki keluar rumah untuk melakukannya. Apakah ini berarti mencari karyawan menjadi lebih mudah dengan kehadiran teknologi? Belum tentu! Berikut adalah beberapa tantangan dan kendala yang dihadapi para pencari karyawan di era digital.

Semakin langkanya jumlah kandidat berkualitas

Jika Anda adalah seorang perekrut, tentunya akan memahami hal yang satu ini. Ya, kehidupan mungkin berubah menjadi semakin mudah dengan kehadiran teknologi, meskipun demikian, konsekuensinya pun tidak bisa dibiarkan saja. Misalnya, dengan semakin langkanya jumlah kandidat berkualitas seperti sekarang ini.

Rick Gibbs dari Insperity mengatakan bahwa banyak perusahaan mungkin akan perlu bekerja lebih keras lagi untuk mencari kandidat yang memenuhi syarat keterampilan untuk posisi yang ditawarkan. Karena jumlah permintaan untuk kandidat dengan keahlian tertentu terus meningkat, perusahaan dapat merespon dengan strategi perekrutan baru yang agresif atau dengan menciptakan program pelatihan internal untuk mengajarkan keterampilan yang diperlukan kepada karyawan mereka yang sudah ada namun tak memiliki keahlian yang diinginkan, terlebih mengingat bahwa para milenial juga mulai mendominasi tenaga kerja di berbagai perusahaan. Glassdoor mendapatkan data bahwa milenial menuntut 3 hal dalam pekerjaan mereka yaitu pertumbuhan kemampuan, budaya di tempat kerja, dan manfaat pensiun.

Oleh karena itu, penting bagi para pencari kerja untuk terus meningkatkan kualitas diri agar tidak kalah dalam persaingan pasar.

Video dan media sosial akan menggantikan resume pencari kerja

Seiring dengan makin berkembangnya teknologi internet dan diiringi dengan kehadiran banyak platform digital seperti media sosial, proses mencari karyawan pun ikut berubah. Mencari karyawan dan merekrut kandidat sekarang sudah beralih menjadi berwujud video dan juga apa yang mereka posting di media sosial. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam memposting suatu konten ke media sosial Anda.

Loren Margolis dari Training and Leadership Success LLC mengatakan bahwa internet akan tetap menjadi sumber daya yang paling penting, tetapi tidak hanya untuk mencari pekerjaan atau mengunggah resume. Internet mungkin menjadi media holistik untuk menampilkan diri atau memasarkan kemampuan professional dan berharap menjadi kandidat ideal untuk mendapatkan pekerjaan terbaik. Banyak kandidat akan berlomba-lomba memoles penampilan media sosial, portofolio digital, dan bahkan situs web pribadi mereka demi mencapai tujuan ini.

Persaingan dalam mencari karyawan berkualitas justru bertambah ketat di era digital seperti sekarang ini dengan munculnya berbagai metrik penilaian kandidat tadi.

Mencari karyawan secara mobile

Satu lagi hal yang jelas berubah dalam proses pencarian karyawan di era digital seperti sekarang adalah proses pencarian dan perekrutan yang dapat dilakukan secara mobile. Kehadiran berbagai teknologi ponsel pintar membuat kaum profesional dapat menyeleksi ‘calon’ pekerjaan hanya dengan sentuhan jari. Bersiaplah menghadapi tren yang satu ini.

Berdasarkan riset yang diadakan oleh Pew Research Center, di Amerika, sekitar 28 persen penduduknya, termasuk 53 persen dari angka tersebut (berusia 18-29 tahun) mengaku bahwa mereka menggunakan perangkat telepon genggam dan ponsel pintar sebagai bagian dari metode mencari kerja.

Oleh sebab itu, cobalah mendalami sistem teknologi yang ada untuk dapat bersaing dengan berbagai professional dalam berburu pekerjaan.

Jebakan saat melamar kerja secara online

Satu lagi keunggulan dan sekaligus tantangan dalam mencari kerja di era digital saat ini adalah sistem melamar kerja secara online. Di satu sisi, sistem ini nampaknya memang memudahkan proses melamar kerja sehingga Anda tidak harus beranjak dari depan komputer. Namun, di sisi lain, ada jebakan tersembunyi yang menanti Anda dalam sistem yang sama.

Paul D’Arcy, wakil presiden senior di Indeed.com, situs pencarian pekerjaan, juga melihat teknologi sebagai kambing hitam pencari pekerjaan yang sia-sia. “Jika Anda telah melamar secara online ke 200 pekerjaan dan tidak mendengar kembali,” katanya, “maka Anda perlu mengubah strategi Anda. Bisa jadi Anda mencari di daerah dimana pasokan dan permintaan sangat tidak seimbang sehingga ini bukan bidang yang menjanjikan. Dan pilihan lainnya adalah, Anda tidak meluangkan waktu untuk mempersonalisasi komunikasi Anda, atau resume Anda tidak jelas mengomunikasikan apa yang dibawa. “Memperbaiki salah satu atau kedua hal itu, pastilah akan mengubah hasil yang Anda peroleh,” ujarnya lagi.

Hindari melakukan kesalahan sederhana ini mulai sekarang dan dapatkan pekerjaan impian Anda segera!

Sumber:
businessnewsdaily.com
talentvis.com
pewinternet.org
nytimes.com
recruiter.com
forbes.com
pexels.com