Tahukah Anda bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan jatah cuti paling sedikit? Meski jatah cuti pekerja Indonesia relatif lebih murah hati dibandingkan China (5 hari), Malaysia (7 hari) dan Amerika Serikat (10 hari), negara Jerman memberikan kuota cuti karyawannya 24 hari dalam setahun. Bukan hanya itu, jam kerja rata-rata pekerja di sana ialah 35 jam seminggu atau 7 jam sehari. Lantas, dengan jam kerja yang terbilang minim, mengapa Gross Domestic Product (GDP) negara ini dapat menempati urutan 4 dunia? Mari pelajari etos kerja penduduk Jerman.

Jam Kerja = Hanya Bekerja

Jangan berharap untuk mencuri-curi buka Facebook dan Instagram ketika bekerja di Jerman. Dan lupakan mengurusi bisnisĀ online shop pribadi ketika jam kerja masih bergulir. Efektivitas kerja penduduk Jerman hanya berawal dari satu kata: fokus. Jika memang waktunya bekerja, hanya pekerjaan lah yang ada di benak mereka.

Ingin sukses dengan pekerjaan impian?
Daftar Sekarang

Work-Life Balance

Mungkin banyak dari Anda yang masih dipusingkan masalah pekerjaan ketika sedang cuti, liburan bersama keluarga atau bahkan malam hari di mana Anda seharusnya beristirahat. Hal seperti ini jarang dialami penduduk Uni Eropa, tidak terkecuali Jerman. Cuti adalah cuti, dan selesai jam kerja, sangat kecil kemungkinan Anda untuk diganggu urusan pekerjaan. Pekerja dapat mencapai keseimbangan kerja-hidup dengan menghabiskan waktu menjalani hobi atau bersantai bersama keluarga.

Tidak Bertele-tele

Cara komunikasi penduduk Jerman yang straightforward dan tidak bertele-tele menyebabkan atasan akan jujur ketika kinerja Anda lamban atau tidak memuaskan, namun hal ini hanya dilakukan selama jam kerja. Kebiasaan mereka yang tidak suka basa-basi akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi Anda bekerja.

Kualitas > Kuantitas

Jika kita perhatikan, industri yang maju di Jerman berkisar antara otomotif dan fashion. Sebut saja mobil Audi dan Mercedes-Benz bahkan sepatu yang sering dipakai sehari-hari yaitu Adidas, semuanya berasal dari negara ini. Produk-produk premium seperti ini lebih diperhatikan kualitas ketimbang kuantitasnya saat produksi, yang berujung pada nilai jual tinggi namun juga durabilitas yang mumpuni.

Cuti 24 Hari

Dan bagian terbaiknya adalah, Anda diberikan gaji tambahan saat mengambil cuti. Makmur, bukan?

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170114111505-269-186281/negara-negara-dengan-hari-cuti-terbanyak-di-dunia/

Sumber gambar:
https://depositphotos.com/search/germany.html?qview=29839405