Sudah enam tahun sejak mahasiswa Stanford University, Reggie Brown mencetuskan ide yang akan menjadi aplikasi foto populer bernama Snapchat.

Namun, sementara mantan rekan sekelasnya dari Stanford, Evan Spiegel dan Bobby Murphy, sedang mempersiapkan debut di Wall Street untuk perusahaan yang sekarang dikenal sebagai Snap Inc. (penawaran saham publik terbesar yang pernah ada di Los Angeles), sangat sedikit informasi yang diketahui tentang keberadaan Brown.

Dokumen hukum memberikan informasi yang amat terbatas pada perselisihan yang berakhir dengan keluarnya Brown dari perusahaan tersebut beberapa bulan setelah pendiriannya. Ditambah lagi, media sosial memberikan sangat sedikit petunjuk tentang kehidupan Brown setelah lulus dari Stanford. Brown tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Brown mengajukan tuntutan hukum terhadap Spiegel dan Murphy pada 2013 setelah dirinya dipaksa keluar dari perusahaan yang didirikannya bersama kedua mantan rekan kuliahnya tersebut dan tidak diberi ekuitas. Namun, yang dibutuhkan hanyalah uang sejumlah USD $158 juta untuk membuat seseorang lenyap dari mata publik.

“Pada bulan Februari 2013, seseorang mengajukan tuntutan terhadap kami, entitas pendahulu kami dan dua petugas kami di Pengadilan Tinggi Los Angeles, dengan alasan bahwa kami menggunakan kekayaan intelektual tertentu yang dimiliki bersama pendiri kami,” kata Snap pada awal prospektus umumnya. “Pada bulan September 2014, para pihak yang terlibat menandatangani kesepakatan penyelesaian untuk menuntaskan semua klaim yang ada di antara para pihak tersebut.”

Kemudian, Snapchat merilis sebuah pernyataan pada saat itu yang memberikan kredit kepada Brown untuk gagasan dari sebuah aplikasi yang akan dapat mengirim pesan foto singkat.

“Kami mengakui kontribusi Reggie terhadap penciptaan Snapchat dan menghargai karyanya dalam meluncurkan aplikasi,” kata Spiegel dalam pernyataan tersebut.

Pengajuan kasus Snap, pada awal Februari, kepada Securities and Exchange Commission menunjukkan bahwa Brown menerima total USD $157,5 juta untuk penyelesaian masalah tersebut, USD $50 juta pada tahun 2014 dan USD $107,5 juta lagi diterima pada tahun 2016.

Sejak itu, Brown tetap low profile. Pada bulan Juli 2013, ia mengenyam pendidikan di Duke University Fuqua School of Business dan menyelesaikan program magister dalam 10 bulan untuk program studi manajemen pada bulan Mei 2014 lalu.

Selain itu, Brown telah mengajukan aplikasi untuk menggabungkan dua perseroan terbatas, satu di bulan April 2012 yang disebut FRBIV, yang berbasis di Columbia, S.C., dan satu lagi di bulan Desember 2016 di Isle of Palms, S.C., yang disebut Rita Brown.

 

Sumber artikel:

latimes.com

business insider

Sumber gambar:

wat-if.com