Instagram telah menjadi salah satu platform media sosial yang paling populer di masyarakat. Instagram awalnya memang hanya digunakan untuk tempat berbagi semata. Namun, sekarang ini Instagram bisa dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas lain yang menghasilkan uang mulai dari berbisnis hingga menjadi ajang perlombaan menggaet banyak followers dengan menjadi selebritas di Instagram, atau lebih dikenal dengan istilah “Selebgram.”

Bagaimana fenomena selebgram ini bermula? Berikut ulasannya untuk Anda!

Latar Belakang Beraneka Ragam

Seorang Selebgram bukan hanya berasal dari kalangan selebritas yang memang sudah punya ‘nama’ dan tenar sebelumnya seperti yang mungkin seringkali Anda lihat di televisi. Namun, seorang biasa, termasuk Anda, pun bisa menjadi seorang Selebgram jika mau. Asalkan Anda dapat menarik minat banyak orang dengan konten yang bagus atau unik, status Selebgram pun tak jauh dari diri Anda.

Anda bisa saja memiliki hobi fotografi, kolektor mainan, memasak, merias diri, mengajar musik, dan lain sebagainya. Nah, jika Anda bercita-cita menjadi Selebgram, perdalam terus ilmu Anda di bidang hobi tersebut dan mintalah bantuan orang terpercaya untuk membuat video dan membentuk format konten menarik untuk aktivitas tersebut.

Siapa Audiensnya dan Mengapa Ini Jadi Fenomena?

Mayoritas audiens di Instagram serta pengikut para Selebgram adalah anak – anak muda. Memang beberapa tahun belakangan ini, anak muda sepertinya tergila – gila dengan media sosial terlebih dengan semakin banyaknya pilihan dan varian fitur baru yang terus bertambah setiap saat. Para anak muda, yang kebanyakan berasal dari generasi milenial, dan sudah pasti lebih cepat belajar soal teknologi dari generasi sebelumnya tentunya seperti dimanja dengan hal ini.

Selebgram, tak jarang, menjadi idola dan sosok yang dianut oleh audiens anak muda. Namun, ternyata, karena semakin banyak anak muda yang tertarik dan ingin mengikuti jejak Selebgram idola mereka, dengan tampilan dan konten yang menarik, maka isi kantong mereka pun akan semakin membaik.

Seperti dilansir dari Kompas.com, hingga tahun 2016, Instagram mengklaim telah memiliki 500 juta pengguna aktif, yang 22 juta di antaranya berasal dari Indonesia.

Bahkan CEO SociaBuzz, Rade Tampubolon juga ikut angkat suara menanggapi fenomena Selebgram yang terjadi saat ini. “Fenomena munculnya selebgram terjadi karena Instagram itu visual. Awalnya kan Twitter, tetapi basic-nya Twitter kan teks. Ternyata orang lebih senang melihat visual dan Instagram adalah tempatnya dan semakin banyak juga orang mem-posting konten yang menarik,” ujarnya kepada Kompas.

Pemerintah pun sampai – sampai berpikir untuk membuat kebijakan pajak untuk dikenakan pada para Selebgram ini. Namun demikian, tidak bisa diungkiri juga kalau rencana pemerintah buat memberlakun pajak terhadap para Selebgram tetap masih perlu ditinjau ulang. Hal itu pun mengingat fakta bahwa ada beberapa Selebgram yang masih di bawah umur, sehingga otomatis tidak memiliki NPWP dan belum bisa dikenakan aturan wajib pajak.

 

Sumber artikel:

Kompas.com

Genmuda.com

Sumber gambar:

beritateknologi.com