Lembur memang terkadang tidak terhindarkan dari keseharian mereka yang bekerja kantoran. Rata-rata dari Anda mungkin memiliki satu atau dua teman yang bekerja di konsultan manajemen ataupun firma hukum, dan bagi mereka, bekerja 70 sampai 80 jam seminggu adalah hal yang lumrah. Beberapa kasus mungkin memang mengharuskan Anda menghabiskan ekstra 2-3 jam di kantor guna menyelesaikan pekerjaan akibat dikejar deadline. Namun, hati-hati! Ada batas tipis antara harus lembur dan lembur karena kinerja Anda tidak efektif.

Sering Lembur Bisa Menandakan Anda Adalah People-Pleaser

Namun faktanya adalah: Anda tidak bisa menyenangkan semua orang. Maka dari itu, skala prioritas diperlukan. Kepribadian “yes man” atau “people pleaser” bisa berawal dari penghargaan yang rendah terhadap diri sendiri maupun tidak percaya diri, oleh karenanya Anda merasa harus bekerja terlalu keras dan lama serta senantiasa memuaskan keinginan setiap orang. Brad Worthley, seorang konsultan layanan pelanggan dari Amerika Serikat, berkata bahwa orang-orang yang sering bekerja lembur cenderung memiliki kepribadian ingin dicintai dan dihormati semua orang atau bahkan menjadi penyelamat tim sehingga pada akhirnya sering mengerjakan beban pekerjaan yang bukan merupakan porsi mereka.

EKRUT membantu Anda meraih pekerjaan impian
Daftar Sekarang

Berani Katakan ‘tidak’ Jika Diperlukan

Dalam setiap hal, ada batasan yang perlu diterapkan, baik dalam pertemanan, hubungan percintaan, maupun hubungan kerja. Ada kalanya kita harus menurut karena prioritas, namun jangan takut untuk mengatakan ‘tidak’ atau ‘nanti’ jika Anda memang sedang memiliki banyak prioritas yang semuanya penting. Jika Anda merasa bingung karena merasa membantah atasan, cukup katakan “Saya sedang mengerjakan X, Y dan Z. Menurut Anda, mana yang harus saya utamakan terlebih dahulu?” Komunikasi yang baik adalah kunci menghindari konflik dan kesalahpahaman.

Bisa Jadi Atasan Anda Tidak Menyetujui Lembur

Jangan berasumsi bahwa atasan Anda selalu pro lembur. Beberapa atasan memiliki pandangan bahwa terlalu sering lembur menandakan Anda memiliki manajemen waktu yang buruk dan harus diperbaiki. Waktu bekerja adalah untuk bekerja. Mengapa negara seperti Jerman dan Belanda dapat tetap maju dengan Gross Domestic Product (GDP) tinggi meski jatah cuti tahunan mereka banyak? Hanya satu jawaban: manajemen waktu dan prioritas yang baik.  Hindari kebiasaan seperti datang kerja, duduk, dan bermain media sosial dengan pikiran “ah, 5 menit saja”. Karena 5 menit tersebut akan bergeser menjadi 10 menit, dan tahu-tahu Anda sudah membuang waktu lebih dari setengah jam hanya untuk mengamati kehidupan orang lain yang bahkan mungkin sudah tidak relevan dengan hidup Anda.

Hindari Lembur Karena… Istirahat Meningkatkan Produktivitas

Pernahkah Anda mendengar motto “don’t work harder, but work smarter”? Lembur berarti waktu istirahat ataupun waktu berkualitas yang terpotong. Sedangkan istirahat, apapun bentuknya, krusial bagi seberapa efektif kerja otak. Kurang istirahat dapat menyebabkan tidak produktifnya Anda di hari berikutnya karena kurangnya energi. Apa yang sudah dijadwalkan bisa saja tidak terpenuhi akibat hal ini.

Sumber:
bbc.com/indonesia/

careeraddict.com