Kematian Stephen Hawking tidak hanya membuat dunia kehilangan seorang ilmuwan hebat, tetapi juga telah merampas ilmu tentang seorang duta besar yang sangat efektif di dunia non-ilmiah. Tulisan populernya membuat kompleksitas kosmologi dapat dimengerti oleh orang banyak dan mengilhami banyak orang untuk mempelajari sains. Bisa dibilang, selama paruh terakhir kariernya, Stephen Hawking terus melakukan apa yang terbaik yang bisa ia lakukan.

Gelar tidak resmi untuk ilmuwan paling terkenal yang pernah hidup di dunia sekarang telah kosong dan tidak ada penerus yang jelas. Namun, beberapa orang dari Quora pun menyumbangkan beberapa pendapatnya mengenai siapa ilmuwan hebat berikutnya yang pantas menggantikan Stephen Hawking. Berikut penuturan mereka!

Rahul Bhardwaj munuturkan pada Quora bahwa E.C.George Sudarshan adalah ilmuwan hebat penerus Stephen Hawking. Ilmuwan asal India ini telah membuat kontribusi signifikan untuk beberapa bidang fisika. Beliau adalah pencetus (bersama Robert Marshak)  teori V-A dari kekuatan lemah (kemudian disebarkan oleh Richard Feynman dan Murray Gell-Mann), yang akhirnya membuka jalan bagi teori electroweak. Feynman mengakui kontribusi Sudarshan pada tahun 1963 yang menyatakan bahwa teori V-A ditemukan oleh Sudarshan dan Marshak dan dipublikasikan oleh Gell-Mann dan dirinya sendiri. Beliau juga mengembangkan representasi kuantum cahaya koheren yang kemudian dikenal sebagai representasi Sudarshan-Glauber.

Seorang koresponden lain di Quora juga menuturkan bahwa Michio Kaku-lah yang pantas menyabet gelar sebagai ilmuwan hebat berikutnya sepeninggalan Stephen Hawking. Beliau adalah fisikawan teoritis asal Amerika, futuris, dan orang yang mempopulerkan sains. Beliau juga adalah profesor fisika teoretis di City College of New York dan CUNY Graduate Center. Kaku telah menulis beberapa buku tentang fisika dan topik terkait, telah sering muncul di radio, televisi, dan film, dan menulis blog serta artikel online. Beliau telah menulis tiga karya bestseller New York Times: Fisika yang Mustahil (2008), Fisika Masa Depan (2011), dan The Future of the Mind (2014). Kaku telah menyelenggarakan beberapa acara TV khusus untuk BBC, Discovery Channel, History Channel, dan Science Channel.

Seorang koresponden lain bernama Brett Bergan juga mempunyai pendapatnya sendiri mengenai siapa ilmuwan hebat berikutnya setelah Stepehn Hawking. Ia berpendapat bahwa gelar tersebut pantas disematkan pada Edward Witten. Beliau adalah seorang ahli teori string dan merupakan satu-satunya fisikawan yang telah memenangkan Medali Field -satu penghargaan tertinggi dalam Matematika! Beliau dianggap oleh banyak orang sebagai Richard Feynman modern karena kecerdasannya yang luar biasa.

Favorit lainnya dari Bergan adalah Konstantin Novoselov. Beliau terkenal karena berhasil mengekstrak lapisan graphene dengan scotch tape yang membuatnya memenangkan hadiah Nobel 2010. Beliau baru berusia pertengahan tiga puluhan pada waktu itu.

Sumber artikel:

quora.com

newscientist.com

Sumber gambar:

amazonaws.com