Starbucks, ya siapa yang tak mengenal toko kopi yang sudah mendunia yang satu ini? Produk kopi yang ditawarkan Starbucks selalu merupakan produk berkualitas tinggi yang tak kalah bersaing dengan beberapa toko kopi top lainnya. Nah, di tengah maraknya cryptocurrency atau mata uang virtual seperti sekarang ini, Starbucks pun sepertinya tak ingin ketinggalan mengikuti tren teknologi yang ada dan berencana menerapkan metode pembayaran via mata uang digital, namun bukan Bitcoin.

Terkait dengan tidak diikutsertakannya Bitcoin sebagai salah satu metode pembayaran via cryptocurrency mereka, CEO Starbucks, Howard Schultz menyatakan bahwa dirinya tidak percaya bahwa Bitcoin akan menjadi salah satu currency yang tetap di masa ini atau masa yang akan datang. (sumber: cnbc.com)

Sebaliknya, Howard Schultz justru menghimbau para investor yang hadir pada konferensi yang ia adakan untuk mulai melirik blockchain, teknologi ledger online yang mendasari mata uang digital.

Ingin sukses dengan pekerjaan impian?
Daftar Sekarang

Lebih lanjut, Schultz juga menjelaskan perihal ini seperti yang dia tuturkan pada Fortune.com. Ia mengatakan bahwa blockchain akan segera menjadi aplikasi transaksi mata uang virtual yang banyak dipercaya oleh banyak pelanggannya. Namun, sekali lagi, ia juga mengingatkan bahwa pada dasarnya Starbucks tidak menciptakan mata uang digital atau berinvestasi pada aset kripto. Schultz percaya bahwa ada satu atau beberapa mata uang digital terpercaya dari teknologi blockchain.

Masih menurut Fortune.com, beberapa pemerhati Starbucks mungkin menduga bahwa Schultz, yang telah menjadi salah satu pemimpin perusahaan paling visioner dalam beberapa dekade terakhir, membuat sketsa rencana awal untuk membuat perusahaan kopinya menjadi pelopor dalam blockchain. Orang lain mungkin menyarankan agar Schultz beralih ke kopi tanpa kafein.

Bulan lalu, Schultz mengatakan kepada CNBC bahwa ia bisa melihat masa depan di mana usaha toko kopi yang berbasis di A.S. akan menjadi usaha tanpa uang tunai satu hari nanti.

Menaggapi komentar Schultz, Johnson mengulangi bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki proyek atau investasi khusus dalam blockchain. Namun, meskipun bitcoin dan beberapa mata uang virtual sedang populer belakangan ini, tetap ada pihak yang pesimis akan masa depan mata uang virtual semacam ini.

Jamie Dimon, CEO dan Chairman dari J.P. Morgan Chase telah mengatakan bahwa mata uang virtual tidak akan pernah menjadi pesaing utama dolar. Tapi dia bilang blockchain bisa digunakan untuk transaksi yang lebih efisien.

Pernyataan tersebut juga didukung dengan pendapat serupa dari Warren Buffett. Awal bulan ini, investor miliarder Warren Buffett mengatakan kepada CNBC bahwa dia percaya bahwa kegandrungan mengenai bitcoin dan kripto hari – hari ini tidak akan berakhir dengan baik.

 

Sumber artikel:

https://www.cnbc.com/2018/01/26/starbucks-schultz-a-digital-currency-is-coming-but-wont-be-bitcoin.html
http://fortune.com/2018/01/26/bitcoin-starbucks/

Sumber gambar:

https://fossbytes.com/wp-content/uploads/2017/12/Starbucks-cryptocurrency-mining-monero.jpg