Menjadi orang tua sekaligus seorang pekerja kantoran purna waktu memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Setiap hari Anda harus berjuang untuk dapat menyeimbangkan kehidupan pribadi Anda sebagai orang tua yang mengurus semua keperluan anak dan juga kehidupan profesional Anda sebagai profesional yang harus terus menunjukkan performa baik. Namun, Anda tak perlu takut! Semua orang tua yang bekerja pasti pernah mengalami kesulitan menyeimbangkan dua peran mereka yang berbeda ini. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan menjadi orang tua yang baik.

Hentikan Perasaan Bersalah Anda

Daripada memikirkan bagaimana Anda tidak bersama anak Anda, pikirkan tentang bagaimana peran Anda di perusahaan menguntungkan keluarga. Mungkin Anda dapat membeli kelas atau peluang pendidikan tertentu untuk anak-anak Anda atau Anda dapat menyisihkan tabungan untuk kuliah anak Anda.

Temukan Jasa Perawatan Anak Yang Bermutu

Tanyakan teman dan keluarga Anda untuk mendapatkan referensi pengasuh anak yang terpercaya, dan juga pusat penitipan anak yang berkualitas. Buat daftar kriteria yang penting dan kemudian jadwalkan waktu untuk mewawancarai jasa penyedia pengasuhan anak yang memenuhi syarat atau untuk tur mengunjungi pisat penitipan anak di sekitar Anda. Sharon Tepper, presiden Brownstone Nannies, Inc., merekomendasikan untuk mempekerjakan pengasuh anak dengan sejarah komitmen jangka panjang untuk keluarga. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pengalaman yang sangat baik dan dapat beradaptasi dengan berbagai kelompok usia anak, merawat bayi yang baru lahir dan anak yang lebih tua yang membutuhkan bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka.

Buatlah Hari Esok Anda di Kantor Lebih Mudah Dijalani

Lihatlah daftar kegiatan yang harus dilakukan esok hari dan buatlah jadwal. Tentukan orang tua mana yang mengurus anak-anak untuk berpakaian hari itu, beli bahan makanan yang diperlukan, dan masak makanan sendiri. Ini juga merupakan saat yang tepat untuk mendiskusikan perubahan apa pun yang mungkin dapat dilakukan pada jadwal keluarga termasuk mengetahui bahwa banyak tugas biasa yang dapat diselesaikan yang akan memungkinkan Anda untuk menghabiskan beberapa menit untuk makan sarapan dengan anak-anak tanpa terburu-buru untuk keluar rumah.

Berkomunikasilah Dengan Atasan Anda

Setiap atasan pastilah berbeda, dan hanya Anda yang akan tahu berapa banyak hal yang dapat dibagikan, tetapi cobalah untuk bersikap terbuka dan sejujur mungkin. Bersiaplah untuk menyajikan solusi alternatif, seperti periode percobaan dari jadwal kerja yang sudah Anda proyeksikan sehingga Anda dapat menunjukkan bagaimana pengaturan jam kerja tidak akan membatasi dan mengurangi tingkat produktivitas.

Tetaplah Terhubung Dengan Anak Anda di Siang Hari

Tetap terhubung dengan anak Anda bahkan ketika Anda tidak sedang bersama mereka. Selama jam istirahat Anda di tempat kerja, hubungi anak Anda. Mendengar suara mereka dapat membantu Anda melewati hari yang berat, dan mereka pun akan terhibur dengan mengetahui bahwa Anda tetap ada untuk mereka walau hanya lewat suara.

Batasi Jumlah Distraksi dan Aktifitas Penyita Waktu Lainnya

Jadilah disiplin dan tetapkan batas waktu untuk memeriksa e-mail atau melakukan panggilan telepon. Hal-hal tersebut dapat Anda lakukan saat anak-anak tidur. Cobalah untuk menghindari multitasking, terutama ketika menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda. Di tempat kerja Anda, cobalah untuk menghindari buang-buang waktu. Fokus pada tugas Anda di tempat kerja dan berbicara dengan rekan kerja saat istirahat atau jam makan siang saja.

Luangkan Waktu Untuk Aktifitas Khusus Keluarga

“Buat kegiatan keluarga secara teratur sesuai dengan jadwal Anda sehingga semua orang tahu apa yang diharapkan dari kegiatan tersebut,” Wiss menyarankan. Ketika Anda memiliki acara keluarga, hindari berbicara tentang pekerjaan atau memeriksa telepon Anda. Sebaliknya, fokuslah pada minat anak-anak Anda seperti teman, kelas, dan hobi mereka. Dengan anak yang sudah lebih besar, mintalah saran untuk kegiatan menarik yang ingin mereka lakukan dan cobalah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pada akhirnya, tidak masalah apa yang Anda lakukan selama Anda melakukannya bersama anak.

Sumber artikel:

parents.com

entrepreneur.com

Sumber gambar:

publicbroadcasting.net