Bitcoin, mata uang virtual yang sedang digandrungi banyak orang kini membuat sebagian besar yang berinvestasi kalang kabut. Ya, nilai Bitcoin terjun bebas hari Rabu lalu. Menurut Reuters, Bitcoin tergelincir 12% pada hari Rabu, membuat nilainya turun hampir separuh nilai dari harga puncaknya di awal, sehingga para investor pun ketakutan para regulator dapat menekan nilai cryptocurrency yang meroket tahun lalu tersebut.

Bitcoin memang hampir menyentuh nilai $20.000 di bulan Desember — dan memang melewati ambang batas di beberapa bursa — namun sejak saat itu telah diguncang oleh beberapa aksi jual besar (sumber: Fortune.com).

Namun, menurut, Business Insider, setelah mencapai angka sebesar hampir $20.000, cryptocurrocency terbesar di kapitalisasi pasar ini turun sampai ke level $13.300 sebelum bangkit kembali ke sekitar $15.000.

Masih menurut Fortune.com, cryptocurrencies yang lain pun tidak terhindarkan dari koreksi. Ethereum dan Ripple ikut jeblok setelah dilayangkannya laporan dari Korea Selatan dan China yang melarang perdagangan cryptocurrency, yang memicu kekhawatiran akan tindakan keras dan peraturan yang lebih luas.

Charles Hayter, founder dari Cryptocompare mengatakan bahwa ada banyak kepanikan yang terjadi di pasar. Banyak orang menjual cryptocurrency mereka untuk mencoba keluar dari permainan mata uang virtual yang mereka pilih. Lagi, masih menurut Charles, ada lebih banyak ketidakjelasan peraturan yang beredar dan karena kejatuhan nilai ini, pastinya ada lebih banyak kejatuhan lainnya.

Ingin sukses dengan pekerjaan impian?
Daftar Sekarang

Shuhei Fujise, chief analyst dari Alt Design juga buka suara soal hal ini. Ia mengatakan bahwa cryptocurrencies dapat ditutup pada kuartal ini menjelang pertemuan G20 di bulan Maret nanti, di mana pembuat kebijakan dapat mendiskusikan peraturan yang lebih ketat soal hal ini.

Karena Korea Selatan, Jepang dan China semua bersuara tentang dibuatnya kebijakan peraturan yang jelas, dan pejabat di Prancis dan Amerika Serikat berjanji untuk menyelidiki cryptocurrencies, ada kekhawatiran bahwa koordinasi global mengenai bagaimana mengaturnya akan dipercepat.

Sementara banyak pengamat mengatakan bahwa fenomena menurunnya nilai bitcoin baru-baru ini menunjukkan bahwa gelembung ekonomi telah meledak, mereka yang mendukung pasar yang baru untuk lahir mengatakan bahwa peraturan ketat tersebut disambut dan perubahan harga yang ekstrim juga dinantikan.

Namun demikian, Ripple mengalami sesuatu yang sedikit berbeda. Banyak sekali permintaan untuk Ripple di Asia. Ini karena orang – orang merasa nyaman dengan teknologi dan nama dibalik Ripple, ucap Trevor Koverko, CEO Polymath, sebuah platform blockchain untuk para pemula yang ingin membuat cryptocurrencies mereka sendiri, kepada Forbes. Banyak orang mulai menyadari betapa besarnya peluang yang ada di bisnis dan blockchain sehingga itulah yang menjadikan Ripple sebagai pemenang di sini (Asia).

Sumber artikel:

http://www.businessinsider.com/bitcoin-cryptocurrency-prices-right-now-2017-12/?IR=T
http://fortune.com/2018/01/17/bitcoin-price-crash-regulation/

Sumber gambar:

https://cointelegraph.com/images/725_Ly9jb2ludGVsZWdyYXBoLmNvbS9zdG9yYWdlL3VwbG9hZHMvdmlldy83MGZiOTVkYmY4MTYwMWYyMWE3Y2RlNjJkZWY1ZjA0Mi5wbmc=.jpg