Seperti dilansir dari Telegraph.co.uk, sistem operasi Microsoft yang ramping Windows 10 S yang dijadwalkan akan dibatalkan peluncurannya kurang dari setahun setelah diluncurkan, dengan alasan ingin berfokus mengembangkan produk Google Chrome dan menghentikannya sebagai versi standalone Windows.

Matthew Field juga menuturkan bahwa Microsoft meluncurkan Windows 10 S pada bulan Mei tahun lalu sebagai sistem operasi yang lebih murah dan terbatas, hanya mampu menjalankan program dari Microsoft Store dan dirancang agar lebih aman dan berkinerja lebih baik selama masa hidupnya daripada versi Windows lainnya.

Meskipun akan dibatalkan sebagai sistem operasi yang terpisah, Microsoft akan menanamkan versi Windows yang “aman” ke dalam sistem yang ada, yang pada dasarnya mengikat lebih banyak pengguna ke produk Microsoft.

Windows 10 S dibangun untuk bersaing dengan Chrome OS Google yang lebih terbatas namun lebih aman, yang telah terbukti populer di kalangan bisnis dan pendidikan. Namun sistem operasi menerima respon yang agak dingin dari publik, dengan banyak menuai kritik bahwa hal itu akan membatasi fleksibilitas Windows.

Dikutip dari blog industri Thurrott.com, Microsoft sekarang bersiap untuk membuang sistem operasi, alih-alih meluncurkan sistem “S Mode” dari sistem yang ada untuk Windows 10 Pro, Home and Enterprise.

Windows 10 S menerima rilis terbatas pada Microsoft Surface Laptop tahun lalu. Kini, lebih banyak PC baru diharapkan hadir dalam S Mode, dan pengguna harus meng-upgrade untuk mengalami versi lengkap Windows mereka. Upgrade ini akan gratis untuk kebanyakan model, namun harganya $ 49 pada Windows 10 Pro. (sumber: Telegraph.co.uk)

Angka internal dari Microsoft menunjukkan bahwa 60 persen pengguna tetap menggunakan sistem operasi Windows 10 S, dan sisanya memilih untuk meninggalkan sistem ini dan menggunakan versi dengan tingkatan yang lebih tinggi, seperti ditulis oleh Thurrott.com.

Seorang juru bicara Microsoft mengatakan: “Windows 10 S menyediakan pengalaman yang efisien, aman dan hemat baterai yang kami yakini merupakan pilihan tepat bagi banyak pelanggan. Kami akan berbagi lebih banyak hal tentang apa yang menjadi langkah berikutnya untuk Windows 10 S saat kami telah siap.”

Dengan menawarkan Mode S di seluruh sistem operasinya, Microsoft berharap sebagian besar pengguna tidak akan memilih untuk melakukan upgrade, namun terus menggunakan versi Windows yang disederhanakan, yang membatasi akses ke aplikasi seperti mesin pencari Chrome dan Firefox.

Microsoft juga berencana menawarkan dua update terbaru untuk Windows 10 pada musim semi dan musim gugur mendatang, untuk sekarang disebut Redstone 4 dan Redstone 5. Upgrade terakhirnya adalah update Fall Creators, yang dirilis pada bulan Oktober tahun lalu.

 

Sumber artikel:

http://www.telegraph.co.uk/technology/2018/02/05/microsoft-ditches-windows-10-s-operating-system-months-launch/

Sumber gambar:

https://fossbytes.com/wp-content/uploads/2017/05/windows-10-s-school.jpg